Pulau Sumbawa Layak Jadi Lokasi Gelaran MXGP

Kawasan Tambora menjadi salah satu alternatif lokasi pelaksanaan MXGP. Tampak seorang rider tengah melintasi jalur offroad di Gunung Tambora dengan kendaran bermotor, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Ikatan Motor Indonesia (IMI) NTB menilai Pulau Sumbawa layak menyelenggarakan event balap motocross paling elit di dunia, MXGP tahun 2022 mendatang. Kendati tidak menutup kemungkinan event sekelas MotoGP tersebut juga bisa diselenggarakan di pulau Lombok, namun terlepas dari beberapa kekurangan yang ada, akan lebih tepat kalau event tersebut diselenggarakan di pulau Sumbawa.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua IMI NTB, M. Nur Haedin, saat ditanya Suara NTB, Rabu, 1 Desember 2021. Diwilayah Pulau Sumbawa, ada beberapa opsi lokasi yang bisa dipilih. Misalnya diwilayah Moyo maupun Tambora. Termasuk beberapa lokasi lain diwilayah Kabupaten Dompu maupun Bima. “Banyak pilihan lokasi untuk event MXGP di Pulau Sumbawa. Dan, rata-rata lokasinya sangat bagus serta cocok untuk event motocross,” terangnya.

Iklan

Pihaknya mendukung penuh keinginan pemerintah provinsi untuk menyelenggarakan event motocross dunia tersebut di Pulau Sumbawa. Terlepas dari adanya keinginan untuk melakukan pemerataan event di NTB, karena di pulau Lombok sudah ada event MotoGP dan World Superbike (WSBK), tapi secara lokasi pulau Sumbawa cocok sebagai lokasi gelaran MXGP.

Tapi yang penting sekarang ialah memastikan event MXGP bisa terselenggara mulai tahun depan seperti wacana yang berkembang. Caranya, Pemprov NTB harus lebih intens membangun komunikasi dengan IMI pusat sebagai member of FIM di Indonesia. Supaya FIM mau menggelar event tersebut ke Indonesia.

Langkah awal, Pemprov NTB perlu mendorong IMI pusat sudah memasukkan event MXGP dalam kalender event balapan pada tahun 2022 mendatang. Sebagaimana yang dilakukan saat mendorong event MotoGP masuk sebagai kalender event mulai tahun 2021. “Kalau MXGP sudah masuk dalam kalender event balapan tahun depan, tinggal urusan komunikasinya antara IMI pusat dengan FIM selaku pemegang hak penyelenggaraan MXGP,” terangnya.

Informasi awal dari IMI Pusat, MXGP dijadwalkan dilaksanakan pada bulan Juni mendatang. Jika benar adanya, tentunya mulai dari sekarang persiapan sudah harus dilaksanakan. Terutama dari sisi kesiapan di daerah sebagai lokasi gelaran. Dalam hal ini peran besar ada ditangan pemerintah provinsi dan kabupaten yang akan menjadi tuan rumah.

Memang kalau merujuk rencana pelaksaan event MXGP tersebut, masih ada waktu sekitar 6 bulan lebih untuk melakukan persiapan. Dan, itu sudah lebih dari cukup. Karena untuk menyelenggarakan event motocross sekelas MXGP, tidak butuh persiapan panjang. Persiapan untuk sirkuit atau lintasan balap juga tidak seperti menyiapkan sirkuit untuk event MotoGP atau WSBK.

“Dari beberapa kali pengalaman mengelar event motocross kelas internasional, untuk sirkuitnya paling tidak butuh 4 bulan persiapan. Dan, IMI sudah cukup berpengalama dalam menggelar event motocross,” sebutnya.

Tinggal kemudian persiapan akomodasi dan transportasi yang harus dimatangkan. Karena dari sisi penggemar, event MXGP tidak kalah besar dengan event MotoGP. Sehingga kalau jadi NTB sebagai ruan rumah MXGP, maka siap-siap menerima kedatangan penotong dari luar negeri. “MXGP punya penggemar tersendiri dan rata-rata sangat fanatik. Jadi di manapun event MXGP digelar, pasti akan dicari,” tandasnya. (kir)

Advertisement