Pulau Kenawa, Destinasi Wisata yang Komplet di NTB

Mataram (Suara NTB) – Dari sekian destinasi wisata di NTB, baik yang berada di Pulau Lombok maupun Sumbawa mungkin Pulau Kenawa merupakan salah satu destinasi wisata yang komplet (one stop destination). Di sini, wisatawan dapat menikmati indahnya alam perbukitan, hamparan pantai berpasir putih, padang rumput (savanna) dan keindahan alam bawah laut yang cocok untuk snorkeling.

Perpaduan alam perbukitan, hamparan pantai berpasir putih, padang rumput (savanna), serta gradasi warna air laut yang membentang, menjadikan alam Pulau Kenawa begitu indah dan mengesankan. Sehingga mempunyai peluang unggulan sebagai destinasi wisata alam di Indonesia.

Iklan

Pulau Kenawa memiliki luas 13,8 hektar dengan garis pantai yang membentang sepanjang 1,73 km. Pulau ini tidak berpenduduk, memiliki beberapa fasilitas sarana dan prasarana yang dibangun untuk mendukung kegiatan wisata bahari di pulau ini.

Foto Kenawa 2

Padang Savana Pulau Kenawa

Pulau Kenawa merupakan salah satu dari delapan pulau-pulau kecil yang dikenal dengan sebutan Gili Balu’ yang berada bagian utara Desa Poto Tano Kecamatan Poto Tano KSB. Pulau ini memiliki potensi yang sangat strategis untuk dijadikan sebagai lokasi wisata bahari. Selain memiliki keindahan dan panorama alam (mangrove dan pasir putih) juga memiliki keindahan alam laut dan ekosistemnya.

Ahyar, salah seorang penyedia jasa perahu untuk transportasi penyeberangan ke Pulau Kenawa mengatakan pulau kecil itu banyak dikunjungi wisatawan pada hari-hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Ia mengatakan, para wisatawan yang datang ke pulau berdekatan dengan Pelabuhan Poto Tano itu bukan hanya wisatawan lokal dan nasional, namun juga wisatawan mancanegara.

“Bule biasanya ada datang, dari Swedia dan negara lainnya. Pokoknya dari mancanegara. Cuma yang paling sering wisatawan dari Malaysia. Oktober lalu ada 17 orang tamu dari Malaysia, belum juga dari negara yang lain,” ujarnya.

  Lampaui Target ‘’Buyer’’, Transaksi Diprediksi Capai Rp 2 Miliar Lebih

Menurutnya, Pulau Kenawa menawarkan sesuatu yang berbeda dengan destinasi wisata lainnya baik yang berada di Pulau Jawa, Bali maupun Lombok. Pulau Kenawa, katanya menawarkan keindahan alam baik sunset maupun sunrise bahkan suasana di malam hari. Sehingga, banyak wisatawan yang berkunjung ke Pulau itu bermalam di sana dengan membawa tenda.

“Biasanya orang-orang yang sudah capek bekerja dalam seminggu di kantor mereka pergi ke Pulau Kenawa untuk refreshing,” katanya.

Foto Kenawa 3

Pasir putih yang memagari Pulau Kenawa

Ahyar mengatakan Pulau Kenawa mulai dikenal oleh masyarakat luas sejak lima tahun lalu. Pemerintah daerah setempat menjadikan Pulau Kenawa sebagai salah satu destinasi wisata bahari di KSB. Terdapat delapan pulau kecil yang berada di perairan Poto Tano itu semuanya memiliki keunikan tersendiri.

“Cuma hanya dua yang aktif, yaitu Pulau Kenawa dan Paserang sebagai lokasi wisata,” sebutnya.

Dinamakan Pulau Kenawa, kata Ahyar karena di pulau tersebut dulunya banyak ditumbuhi pohon waru laut yang oleh masyarakat sekitar disebut Kenawa. Pohon Kenawa itu, katanya, saat ini sudah mulai punah.

“Pohon itu masih ada tapi sekarang sudah sedikit,” ucapnya.

Delapan pulau yang masuk dalam Gili Balu’, sebut Ahyar seperti Pulau Kalong, Pulau Nyamuk, Pulau Ular, Pulau Batu, Pulau Paserang, Pulau Kambing, Pulau Belang serta Pulau Kenawa. Dari delapan pulau itu, kata Ahyar justru Pulau Belang merupakan pulau yang memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, ada empat buah danau yang berada di pulau tersebut. Namun pulau tersebut tidak dijadikan sebagai destinasi wisata, tapi sebagai lahan konservasi.

Untuk mencapai Pulau Kenawa bisa ditempuh dengan menggunakan transportasi yang menghubungkan antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok, yaitu kapal feri dari Pelabuhan Kayangan di Kabupaten Lombok Timur yang menempuh 1 – 2 jam perjalanan mengarungi Selat Alas menuju Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Pelabuhan Poto berada di KSB beroperasi selama 24 jam non-stop dengan jadwal keberangkatan setiap 1 jam sekali. Poto Tano oleh masyarakat Sumbawa disebut “Lawang Desa” atau Gerbang Desa.

  Preman dan Makelar Buat Resah Wisatawan

Pulau Kenawa berada tidak jauh dari pelabuhan penyeberangan Poto Tano, Sumbawa Barat. Karena tidak ada kapal besar yang menyediakan jasa transportasi Untuk menjangkau Pulau Kenawa, wisatawan biasa naik kapal nelayan dengan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Pelabuhan Poto Tano.

Pulau-pulau di bagian Sumbawa Barat memiliki karakteristik yang unik, dengan batuan sebagai dasar pembentukan pulau. Aktifitas vulkanik ataupun tektonik menjadikan pulau-pulau tersebut memiliki bukit-bukit yang tidak banyak ditumbuhi pepohonan besar. Keadaan ekosistem pesisir pulau pada umumnya adalah terumbu karang dan mangrove yang cukup banyak.

Untuk sampai ke Pulau Kenawa, dari Mataram ke Pelabuhan Kayangan Lombok Timur membutuhkan waktu sekitar 2 jam yang dapat ditempuh menggunakan sepeda motor maupun mobil. Sampai di Pelabuhan Kayangan, wisatawan dapat menitipkan kendaraannya di tempat penitipan yang berada di areal pelabuhan tersebut dengan biaya Rp 5.000 per malam. Selanjutnya, wisatawan menyeberang menggunakan kapal feri dan turun di Pelabuhan Poto Tano Sumbawa Barat dengan biaya Rp 20 ribu per orang.

Setelah sampai Pelabuhan Poto Tano, wisatawan akan disambut oleh para pemilik perahu yang menawarkan jasa penyeberangan ke Pulau Kenawa. Dengan biaya sekitar Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu bolak balik dengan jumlah penumpang maksimal 15 orang. Bagi wisatawan yang menginap maka pemilik perahu akan menjemput keesokan harinya tergantung kesepakatan. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here