Puasa Ramadhan, Rumah Makan Siap Saji dan Warung Boleh Buka

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memberikan toleransi bagi rumah makan siap saji dan warung makan untuk berjualan atau buka pada saat pagi hari di bulan puasa. Namun syaratnya, pedagang tidak diperbolehkan melayani pembeli untuk makan di tempat.

Komandan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Mataram, Bayu Pancapati mengatakan, pemerintah memberikan toleransi warung makan terutama berada di mayoritas non muslim buka pada pagi hari. Catatannya, mereka tidak melayani untuk makan di tempat.

Iklan

Demikian pula, rumah makan siap saji di mall atau gerai lainnya. Mereka juga dipersilakan beroperasi, juga harus mentaati aturan. “Untuk yang di tempat biasa yang banyak masyarakat muslim kan tahu sendiri,” kata Bayu, Sabtu, 5 Mei 2018.

Praktik di lapangan nantinya Pol PP akan mengecek aktivitas pedagang. Jika ditemukan ada yang membandel akan ditindak. Barang jualannya akan diangkut sebagai barang bukti.

Ditegaskan Bayu, tidak ada alasan pemilik warung di Kota Mataram tidak tahu aturan tersebut. Sejak dirinya bertugas di Pol PP 2011 lalu. Imbauan sudah disampaikan ke pedagang. “Jangan viral kayak yang dulu. Masak gak tahu kan lucu,” tandasnya.

Pemkot Mataram pada menjelang Ramadhan akan memberikan edaran ke seluruh pedagang. Selanjutnya, akan dilihat memasuki Ramadhan apakah pedagang mentaati aturan atau tidak. Yang menjadi sasaran utama warung makan di Lingkungan Karang Tapen Kelurahan Cilinaya.

“Katanya tidak ada pemasukan dan pakai lebaran. Jual nasi, tapi bawa pulang. Kenyataannya mereka melayani di tempat. Nanti itu jadi sasaran utama kita,” ucapnya.

Selain tidak melayani di tempat. Rumah makan siap saji dan warung makan menutup sebagian tempat berjualannya menggunakan tirai. Ini sebagai bentuk penghormatan bagi umat muslim yang melaksanakan ibadah puasa. Jangan sampai aktivitas pedagang terlihat oleh kelompok masyarakat tertentu, sehingga menimbulkan permasalahan baru. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional