PTM Penuh Dilaksanakan Usai WSBK

Mohan Roliskana. (Suara NTB/Jun)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, sudah merancang pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh pada satuan pendidikan tingkat SD/SMP. Namun demikian, rencana tersebut belum berani diputuskan. Pemkot masih akan menunggu hasil evaluasi atau perkembangan Covid-19 pasca gelaran World Superbike (WSBK) Mandalika.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, untuk bisa memastikan rancangan PTM secara penuh tersebut dilaksanakan atau sebaliknya, pihaknya akan memutuskannya setelah pelaksanaan WSBK Mandalika.

Iklan

Jika memang even internasional tersebut tidak menimbulkan gelombang ketiga Covid-19 di NTB, khususnya Kota Mataram besar kemungkinan PTM secara penuh bisa diterapkan. “Kita sudah coba merancang, cuma nanti kita lihat setelah WSBK. Mudah-mudahan tidak ada dampaknya terhadap kenaikan kasus Covid-19,” ungkapnya.

Seandainya tingkat penularan Covid-19 pasca WSBK Mandalika nanti tetap melandai seperti saat ini, Mohan Roliskana memastikan pembelajaran tatap muka di sekolah akan diterapkan secara penuh.

Artinya, siswa dan guru bisa kembali belajar seperti sebelum Covid-19 muncul di Mataram. “Tapi tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Terpenting kondisi kita membaik dulu, Insya Allah kita akan mulai menormalkan kembali PTM,” jelasnya.

Kendati menunggu hasil evaluasi atau perkembangan Covid-19 pasca WSBK Mandalika. Walikota mendorong siswa usia 6-11 tahun untuk mengikuti program vaksinasi, sebab ini juga akan manjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan PTM secara penuh. Pun merupakan target yang belum terpenuhi. “Ini merupakan salah satu target yang belum kita tuntaskan. Mudah-mudahan di 2022 bisa selesai,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional