PTM Masih Terbatas, Sekolah Harus Laksanakan Prokes Ketat

H. Lalu Fatwir. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram menegaskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kota Mataram masih dilaksanakan secara terbatas. Pihak sekolah diminta untuk tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir, M.Pd., ditemui di Mataram, Rabu, 6 Oktober 2021 mengatakan, dengan menurunnya level PPKM di Kota  Mataram tidak menurunkan aturan protokol kesehatan saat PTM terbatas di sekolah.

Iklan

“Tetap semua sekolah harus menerapkan protokol kesehatan yang ada dan regulasi pelaksanaan PTM, tidak boleh ada yang mengubah, dan tidak ada yang mengurangi. Tetap dengan rumus 50 persen siswa yang hadir, menjaga jarak, dan aturan lainnya,” ujar Fatwir.

Ia juga menegaskan, pihaknya akan menegur sekolah yang mengabaikan protokol kesehatan selama pelaksanaan PTM terbatas. Pihaknya selalu mengingatkan guru-guru untuk tetap mengontrol dan menjaga prokes selama PTM terbatas.

“Saya akan menegur kalau ada sekolah yang abaikan aturan prokes. Karena ini pandemi yang kita tidak tahu akhirnya,” ujar Fatwir yang juga mantan Kepala SMAN 1 Mataram.

Di samping itu, ia juga menyampaikan, pihaknya belum ada rencana menggelar PTM secara normal atau pun menaikkan persentase siswa yang bisa hadir di sekolah. Menurutnya, jika nantinya ke depan akan menuju PTM normal, pihaknya di Dinas Pendidikan akan membahas secara bersama-sama dengan semua pihak.

“Belum ada rencana PTM normal, kalau kita akan menuju ke normal, misalnya sudah PPKM level 1, saya akan duduk bersama-sama dengan semua pihak untuk mengambil keputusan bersama. Kita berharap bisa ke depannya lebih baik,” ujar Fatwir.

PTM saat ini masih mengacu surat edaran nomor 423.5 / 0369 /Disdik.C1/VIII/2021. Kegiatan pembelajaran tatap muka secara terbatas dan terkontrol di satuan pendidikan dapat dilaksanakan dengan pengaturan untuk SD/SMP reguler jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas.

Sementara untuk satuan pendidikan jenjang PAUD, jumlah peserta didik yang dapat dihadirkan di sekolah maksimal 33% dari kapasitas ruang kelas dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima peserta didik per kelas. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional