PTM di SMPN 1 Kediri Terapkan Prokes Ketat

Rofikah (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala SMPN 1 Kediri, Rofikah, S.Pd., menegaskan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolahnya hingga saat ini berjalan lancar. Siswa dibuatkan jadwal masuk secara bergiliran, sehingga bisa mencegah potensi penularan Covid-19. Semua guru, tenaga kependidikan dan sebagian besar siswa siswi di sekolah itu sudah divaksinasi.

“Untuk kelas 7 kita jadwalkan hari Senin dan Kamis. Untuk kelas 8 jadwal hari Selasa dan Jumat dan untuk kelas 9 masuk hari Rabu dan Sabtu. Jadi setiap kelas itu hanya masuk dua hari dalam satu minggu,” jelas Rofikah, S.Pd, Jumat, 8 Oktober 2021.

Iklan

Ditanya terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) selama PTM, di SMPN 1 Kediri berjalan baik dan super ketat. Terlebih pada proses diberlakukannya PTM sekarang, karena sebelum dimulainya pembelajaran, anak-anak diwajibkan untuk mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga kerumunan serta selalu menggunakan hand sanitizer. “Masker selalu tersedia di sekolah. Bagi kebetulan yang tak bawa masker kami sudah siapkan cadangan,” ungkapnya.

Karena itu, PTM ini dibatasi jumlah siswa. Setiap kelas berjumlah 15 orang. Siswa-siswi dibagi dua dari jumlah siswa sebelum PTM ini. Ini bertujuan untuk menjaga kerumunan juga. Lama jam mengajar juga dibatasi dari biasanya. “Sekarang jam pembelajaran sudah dikurangi dari 1 setengah jam kita pangkas jadi 1 jam,” katanya.

Ditanya soal progres vaksinasi, jumlah siswa yang sudah divaksin sebanyak 399 orang. Sedangkan yang tidak bisa divaksin sekitar 41 orang akibat terkait adanya kendala yakni harus dengan izin orang tua.”Masih ada orang tua siswa yang tidak memberikan izin untuk divaksin. Alasan lain juga sejumlah siswa masih terkendala sakit,” jelas dia.

Terkait itu kata Rofikah, pihaknya sudah memanggil orang tua siswa yang tidak memberikan izin untuk diberikan pemahaman. Bahkan saat itu pihaknya bersama orang tua melakukan pertemukan langsung dengan petugas kesehatan serta pihak kepolisian yang mendampingi vaksin waktu itu.”Alhamdulillah, setelah mereka diberikan penjelasan, dari seratus lebih orang tua yang tidak merekomendasikan anaknya bisa tinggal sedikit yang masih bertahan,” paparnya.

Namun dari siswa yang masih bertahan ternyata bisa terpanggil dan mau untuk divaksin. Ini juga terpengaruh setelah melihat dan mendengar teman lainnya yang sudah divaksin bahwa vaksin tidak sakit dan tidak ada dampaknya. “Justru mereka yang belum malah bergairah dan mendesak malah, kapan lagi ada vaksinasi,” ujar dia.

Diakuinya, berdasarkan aturan jika masih terdapat siswa yang tidak divaksin tidak diikutkan untuk ujian. Ini juga sudah disosialisasikan jauh hari sebelum divaksin, karena kalau sepanjang Covid-19 ini belum normal memang syaratnya demikian. Kecuali Covid-19 ini sudah normal baru boleh mengikuti PTM. “Tapi kami masih menunggu kapan ada gelombang vaksin yang ke dua ini. Kalau dilihat dari antusias mereka,” ucapnya.

Bahkan saat ini,siswa yang belum divaksin justru antusias dan agar mau dilakukan vaksinasi, karena sampai sekarang juga tetap kita ditanya kapan ada vaksin lagi.”Tapi kami sudah koordinasi dengan petugas kesehatan di Dikes. Kondisinya sekarang obat vaksin masih belum ada. Jika sudah ada stok vaksin mereka sudah siap datang,” ungkapnya.

Vaksinasi di sekolah juga dilakukan di SMPN 1 Narmada awal pekan ini. Siswa yang ikut PTM harus divaksinasi. Menurut Siti Aisah, S.Pd., sebelum vaksinasi, pihaknya melakukan sosialisasi kepada siswa mengenai pentingnya vaksinasi. Meski banyak siswa yang sebelumnya menolak divaksin selain alasan belum ada izin orang tua dan takut, tapi belakangan banyak yang mulai siap divaksin.

Sebagai wali kelas, dirinya bertanggung jawab terhadap vaksinasi seluruh siswa yang ada di kelasnya. Bahkan, untuk pemberian sertifikat bagi siswa yang sudah divaksin, semuanya diarahkan ke nomor wali kelas. ‘’Jadi seluruh siswa yang ada di kelas saya, sertifikatnya ada di saya. Nanti setelah dikirim ke nomor saya, baru saya kirimkan lagi pada siswa yang bersangkutan,’’ ujarnya, seraya menegaskan penerapan prokes saat PTM tetap ketat diberlakukan. (her/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional