PTM di Mataram Bergantung Keberhasilan Simulasi

Suasana rapat persiapan simulasi pembelajaran tatap muka di SMPN 20 Mataram beberapa waktu lalu. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) –  Simulasi pembelajaran tatap muka jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Mataram mulai dilaksanakan pada Kamis, 14 Januari 2021 sampai dengan Sabtu, 30 Januari 2021. Dinas Pendidikan Kota Mataram menyerahkan teknis simulasi kepada sekolah. Pembelajaran secara Tatap Muka (PTM) nantinya bergantung dari keberhasilan dan hasil evaluasi simulasi PTM ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, S.Pd., M.Pd., ditemui di ruang kerjanya menyampaikan, pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk simulasi. Ia menegaskan, sekolah melaksanakan simulasi pembelajaran bukan langsung pembelajaran tatap. Nantinya pihak sekolah dan dinas akan melakukan evaluasi.

“Melihat situasi selama dua minggu, kami dapatkan catatan, baru sekolah akan menemukan formulasi pembelajaran tatap muka sesuai kondisi masing-masing sekolah,” ujar Fatwir.

Fatwir menjelaskan, pihak sekolah diberikan kewenangan untuk menentukan teknis simulasi pembelajaran tatap muka. Karena pihak sekolah yang dianggap mengetahui kondisi warga sekolah.

Sekolah juga diminta melakukan sosialisasi kepada orang tua ata wali siswa mengenai tahapan pembelajaran, pembagian rombongan belajar, jadwal dan durasi waktu pembelajaran. Termasuk model pembelajaran yang digunakan, dan langkah pengendalian penyebaran Covid-19 di satuan pendidikan.

“Persiapan secara fisik sudah oke, beberapa kali berkeliling sudah siap, meja kursi sudah diatur, hal lain terkait pencegahan sudah kami cek, sudah ada tim satgas sendiri, termasuk mekanisme penjemputan dan pengantaran, sudah disiapkan,” katanya.

Keputusan pembelajaran tatap muka tetap bergantung dari kebijakan Walikota Mataram. Menurut Fatwir, jika tren Covid-19 meningkat kedepan, pasti akan ada keputusan berbeda. Disinggung terkait adanya dua siswa positif Covid-19 di SMAN 1 Mataram, Fatwir menyampaikan tidak terlalu berpengaruh dengan keputusan simulasi pembelajaran tatap muka. Meski demikian diakuinya akan ada pengaruh ke psikologi masyarakat.

“Kalau misalkan ada dari TK, SD, dan SMP terpapar, otomatis sekolah tersebut akan ditutup sementara. Kesehatan dan ketenangan yang diutamakan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SMPN 20 Mataram, Dra. Ida Ayu Putu Armyani pada Selasa, 12 Januari 2021 menyampaikan, pihaknya sudah menyosialisasikan simulasi pembelajaran tatap muka. Pihaknya juga sudah menyiapkan teknis simulasi, dan orang tua siswa sudah mengizinkan. “Rata-rata orang tua yang sudah mengambil rapor anaknya pada semester ganjil yang lalu sudah mengizinkan anknya untuk belajar tatap muka,” katanya.

Pihaknya juga menyiapkan berbagai strategi jika ke depan situasi tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka. “Kami tetap siap dengan pembelajaran jarak jauh seandainya karena situasi tidak mengizinkan kami harus PJJ lagi,” katanya.

Ida Ayu mengatakan, SMPN 20 Mataram telah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) simulasi, antara lain SOP persiapan orang tua dan siswa, siswa tiba di sekolah, pembelajaran tatap muka di sekolah, kegiatan selama di sekolah, dan saat siswa pulang sekolah.

Siswa hadir ke sekolah dengan memperhatikan jadwal per jenjang, kelas IX masuk pada hari Senin dan Selasa, kelas VIII pada Rabu dan Kamis, dan kelas X masuk pada hari Jumat dan Sabtu. Dalam satu kelas siswa dibagi menjadi dua ruangan dengan memperhatikan jarak tempat duduk siswa. “Setiap kelas mendapatkan dua mata pelajaran sehari dengan durasi 60 menit per mata pelajarannya,” jelas Ida Ayu.  (ron)