PT Sumbawa Timur Mining Tegaskan Kembali Komitmen Kepada Masyarakat Lokal

Pembangunan kembali masjid di Dusun Nangadoro, Kecamatan Huu, yang merupakan salah satu program pengembangan masyarakat PT Sumbawa Timur Mining pada tahun 2021. Masjid lama dibangun 70 tahun lalu dan setelah direnovasi akan menjadi sarana ibadah yang lebih memadai bagi masyarakat di dusun Nangadoro.  

PT Sumbawa Timur Mining (STM) menegaskan kembali komitmennya kepada masyarakat lokal di Kecamatan Huu atas dukungan masyarakat terhadap perkembangan Proyek Huu. PT STM juga terus mewujudkan komitmennya untuk melanjutkan eksplorasi Proyek Hu’u dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia.

Komitmen tersebut tercermin dalam tiga proyek pengembangan masyarakat yang diluncurkan sebagai bagian dari Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) 2021 2025 PT STM yang sesuai dengan arahan Pemerintah Indonesia dan telah disahkan pada awal tahun 2021. Ketiga proyek tersebut berlokasi di Desa Marada dan Nangadoro, Kecamatan Huu. Saat ketiga proyek ini selesai pada awal 2022, ketiga proyek ini akan memberi manfaat bagi lebih dari 1.000 penduduk yang tinggal di kedua desa tersebut.

Iklan

Sejak tahun 2012, STM telah menginvestasikan sekitar Rp25 miliar untuk program pengembangan masyarakat, dan pada tahun 2020 saja, sekitar Rp7,2 miliar untuk pelaksanaan program pengembangan masyarakat berupa pengembangan usaha kecil-menengah, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan proyek pembangunan desa.

Tiga proyek yang kami sampaikan hari ini adalah pembangunan masjid baru di desa Nangadoro, pembangunan kembali Puskesmas Pembantu di desa Marada termasuk kelengkapannya, serta pengeboran sumur dalam untuk menyediakan air bersih bagi warga di desa Nangadoro dan Marada. Saat proyek ini selesai pada awal 2022, ketiga proyek ini akan memberi manfaat bagi lebih dari 1.000 penduduk yang tinggal di kedua desa tersebut.

RIPPM 2021 2025 PT STM juga telah sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan perusahaan pemegang izin pertambangan untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat sekitar. Hal ini juga ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.
Sejak tahun 2012, STM telah menginvestasikan sekitar Rp25 miliar untuk program pengembangan masyarakat dan pada tahun 2020 saja, sekitar Rp 7,2 miliar untuk pelaksanaan program pengembangan masyarakat berupa pengembangan usaha kecil-menengah, pertanian, pendidikan, kesehatan, dan proyek pembangunan desa.

Bede Evans, Presiden Direktur STM mengatakan, meskipun masih dalam tahap studi kelayakan untuk mengeksplorasi sejauh mana cadangan mineral tembaga Proyek Hu’u, PT STM sangat menghargai dukungan yang ditunjukkan oleh masyarakat kepada PT STM. Beberapa tahun ke depan, kami masih harus melakukan studi kelayakan untuk menentukan apakah tambang tembaga ini layak, untuk itu kami tetap berkomitmen untuk melaksanakan program pengembangan masyarakat di Huu sebagai bagian dari pelaksanaan pekerjaan Proyek Huu yang berkelanjutan, ujar Bede Evans.

Potensi mineral Onto pertama kali diumumkan pada Desember 2019 STM dengan estimasi total sumber daya mineral terindikasi sebesar 0,76 miliar ton (Bt) @0,93% Tembaga dan 0,56 g/t Emas dan total sumber daya tereka sebesar 0,96 Bt @ 0,87% Tembaga dan 0,44 g/t Emas. Atau setara dengan total 1,7 Bt @0,89% Tembaga dan 0,49 g/t Emas. Selain sumber daya ini, target eksplorasi 0,6-1,7 Bt @0,2-0,7% Tembaga dan 0,1-0,3 g/t Emas telah ditetapkan di sekitar potensi sumber daya Onto. STM akan melanjutkan pengeboran di dalam dan di sekitar sumber daya mineral Onto untuk menentukan margin dan kedalaman mineralisasi.

Bede Evans melanjutkan, potensi sumber daya mineral Onto adalah salah satu penemuan paling signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir dan akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di dunia. Di luar itu, Potensi sumber daya mineral Onto, jika direalisasikan, akan memberikan peluang luar biasa untuk pertumbuhan dan pekembangan ekonomi, terutama bagi masyarakat di Dompu dan Bima di Nusa Tenggara Barat. (r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional