PT STM Mulai Siapkan Tenaga Kerja Siap Pakai

Agus Hermawan. (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – PT Sumbawa Timur Mining (STM) menargetkan penyiapan tenaga kerja siap pakai dengan mengirim pemuda Huu untuk dilatih di Loka Latihan Kerja (LKK) Sumbawa. Pengiriman pemuda untuk dilatih ini bagian dari kegiatan pemberdayaan masyarakat (Community Development) PT STM tahun 2020 selain bidang kesehatan, infrastruktur, sosial dan budaya, pengembangan kapasitas, usaha kecil, dan pertanian.

Hal itu disampaikan manager Communications PT STM, Agus Hermawan saat menanggapi pertanyaan Suara NTB, Kamis, 27 Februari 2020. “Dalam bidang pendidikan, salah satu targetnya adalah mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai. Saat ini, PT STM sedang menjalin kerjasama dengan Pemda Sumbawa melalui Dinas Tenaga Kerja melalui LLK (Loka Latihan Kerja) Sumbawa untuk memberikan pelatihan-pelatihan kejuruan,” katanya.

Iklan

Pelatihan yang diarahkan untuk pengelasan, kelistrikan, operator AC, menjahit, dan tata boga. Tahun 2020 ini, akan mengirimkan sebanyak 32 orang perwakilan dari masing – masing Desa di Kecamatan Huu untuk mengikuti pelatihan selama 30 hari di Sumbawa. “Apabila berdasarkan hasil evaluasi program ini berhasil, maka kita akan melanjutkan untuk mengirimkan 32 orang lagi ke Sumbawa,” katanya.

Namun Agus Hermawan mengaku, saat ini pihaknya masih terfokus pada pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Huu sebagai daerah lingkar tambang. Untuk tingkat Kabupaten bentuk partisipasinya dengan mensponsori kegiatan seperti Festival Tambora, turnamen Volly, dan sepak bola.

Diantara program pemberdayaan masyarakat PT STM yang dilaksanakan seperti program Bank Sampah, pelatihan pertanian organik, pelatihan fasilitator desa, pemberdayaan nelayan berupa pembuatan jarring dan pemrosesan hasil laut bekerjasama dengan BPPP Tegal. Ada juga program pengembangan guru profesional yang sudah masuk tahun ke-4 bekerjasama dengan Kanaka Putra Perdana. Program literasi dengan target ibu – ibu rumah tangga dengan metode Saya Bisa Membaca Cepat bekerjasama dengan para pemuda di Kecamatan Hu’u.

“Pelatihan kewirausahaan masyarakat kepada 13 kelompok selama 12 bulan bersama Bina Swadaya Konsultan dengan memproduksi produk konsumsi sehari – hari seperti saus sambal, minuman herbal, dan lainya,” ungkap Agus.

Sebelumnya, PT STM menyampaikan antusiasmenya dengan penemuan potensi sumber daya Onto dan berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia.

Bahkan PT STM sudah berhasil menyelesaikan negosiasi amanademen KK dengan pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019 sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya dan cadangan mineral di wilayah KK PT STM. Dengan amandemen KK ini, perusahaan berkomitmen untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan block cave proyek Huu. (ula)