PT STM Kembali Rilis Temuan Pengeboran Potensi Tambang yang Menjanjikan

Agus Hermawan (Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) – PT Sumbawa Timur Mining (STM) kembali mengumumkan hasil pengujian kadar logam (assay) dari lubang bor vertikal sedalam 2.042,72 meter (lubang VHD096) ke dalam potensi sumber daya mineral Onto. Hasil assay mengkonfirmasi bahwa potensi sumber daya mineral Onto masih potensial hingga kedalaman 500 meter ke bawah kedalaman mineralisasi yang diketahui sebelumnya.

Pada intercept 1.594,7 meter dengan kadar @ 1.00% Tembaga dan 0.40g/t Emas, termasuk di dalamnya intercept yang luar biasa sepanjang 100 meter dengan kadar @ 5,99% Tembaga dan 1,11 g/t Emas. Hal ini sesuai rilis yang dikeluarkan PT STM dan diterima Suara NTB, Jumat (23/10) kemarin.

Iklan

Bede Evans, Presiden Direktur STM mengungkapkan antusisme Perusahaan dengan hasil temuan ini. Kami sangat antusias dengan hasil dari lubang bor VHD096. Ini merupakan lubang bor yang cukup sulit dan dicapai melalui kerja keras dari tim STM dan kontraktor kami di lapangan. Kedepan, kami akan fokus untuk menilai peluang yang ada dari hasil terbaru ini,” katanya.

Bersamaan dengan rilis hasil dari lubang bor VHD096, Perusahaan juga menerima hasil pengujian kadar logam (assay) yang mengesankan dari lubang VHD091. Lubang bor sedalam 1.420,2 meter ke arah bagian Barat Daya dari potensi sumber daya mineral Onto dari lokasi pemboran yang sama. Lubang VHD091 memiliki intercept 1.010,2 meter dengan kadar @ 1,11% Tembaga dan 0,84 g/t Emas. Termasuk di dalamnya intercept sepanjang 318,0 m dengan kadar @ 1,81% Tembaga dan 1,32 g/t Emas.

Bronto Sutopo, Wakil Presiden Direktur STM menegaskan kembali antusiasme PT STM dan para pemegang sahamnya. Hasil dari lubang VHD096 dan VHD091 memberikan banyak peluang bagi STM. Apalagi PT STM dan Pemerintah Indonesia memiliki hubungan kolaboratif yang kuat, dan hasil ini akan memberi dasar yang kokoh untuk kelanjutan pengembangan proyek Hu’u.

Direktur Operasi STM, James Connolly mengungkapkan posisi strategis potensi sumber daya mineral Onto dan Proyek Hu’u bagi industri pertambangan di Indonesia. Penghargaan yang diterima PT STM sebagai Best Exploration Expenditure, Best Discovery dan Best in Class oleh Asosiasi Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dalam acara IAGI Awards 2020. Tiga penghargaan ini merupakan momen yang membanggakan bagi PT STM dan para pemegang saham.

PT STM juga menginformasikan bahwa operasional di site Huu telah dimulai kembali setelah perlambatan sementara operasional karena pandemi virus Corona. Kami telah melakukan sejumlah tindakan pencegahan pada bulan Maret dan April 2020 dengan melakukan perlambatan sementara operasi kami. Dengan koordinasi dan hubungan kerja yang erat dengan pemerintah Kabupaten Dompu, kami saat ini telah memulai lagi mobilisasi staf dan kontraktor kami ke lokasi Proyek di Hu’u, kata Bede Evans.

Agus Hermawan, Communications Manager PT STM kepada Suara NTB, Jumat (23/10) kemarin menyampaikan, temuan potensi sumber daya mineral Onto yang masih potensial hingga kedalaman 500 meter ke bawah kedalaman mineralisasi yang diketahui sebelumnya membuat pimpinannya sangat antusias. Bahkan depositnya lebih besar dari yang diumumkan pada 19 Februari 2020 lalu. Pimpinan sangat antusias, sepertinya kandungannya cukup menjanjikan, kata Agus Hermawan.

Untuk memastikan potensi deposit, perusahaan masih membutuhkan pengeboran di sekitar lubang pengeboran sebelumnya. Jika jarak pengeboran sebelumnya setiap 400 meter, kedepan tim geologi masih melakukan pengeboran diantara lobang yang sudah dibor dengan jarak 200 meter dan melakukan uji laboratorium mendalam sehingga bisa mendapatkan kepastian data dan lebih menjamin. (ula)