PT. SMS Berkomitmen Lanjutkan OP Gula

Muh. Haryanto. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) berkomitmen konsisten melakukan operasi pasar (OP) untuk menstabilkan kembali harga gula pasir yang saat ini melambung dari Harga Eceran Tertinggi (HET). Harga gula pasir telah menembus Rp17.500/Kg di pasaran. Padahal, Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag), harga maksimal penjualan gula pasir Rp12.500/Kg.

Perum Bulog yang diharapkan mampu menjaga stabilitas harga gula pasir juga nampaknya tak kuat memenuhi permintaan saat ini. Salah satu langkah yang diambil pemerintah daerah di Provinsi NTB adalah OP. Perusahaan produsen gula pasir di Pekat, Kabupaten Dompu, PT. SMS diminta turun tangan menjaga stabilitas harga gula pasir agar tak semakin liar. Sejak tanggal 2 Maret 2020 ini, PT. SMS mulai melakukan OP gula pasir.

Iklan

Ada 20 titik yang disasar di Provinsi NTB. titiknya ditentukan oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB. OP gula pasir ini berakhir 11 Maret 2020, hari ini. “Kalau pemerintah mau OP tambahan, kami siap,” kata Humas PT. SMS, Muh. Haryanto di Mataram, Selasa, 10 Maret 2020. PT. SMS dalam sekali OP menggelontorkan gula pasir sebanyak 500 Kg (5 kwintal). Selama OP, total 100 ton selama OP di kabupaten/kota di NTB. Jumlah yang dikeluarkan pabrik untuk kegiatan ini diakui masih belum seberapa, dibandingkan jumlah kebutuhan saat ini.

PT. SMS di setiap OP menjual gula pasir dengan harga Rp12.000/Kg, di bawah HET. OP selalu diserbu pembeli. Selalu ludes. “Kebutuhan masyarakat masih banyak,” ujarnya. Karena itulah, perusahaan siap dilibatkan pemerintah daerah. kapanpun untuk mengintervensi pasar. Seperti diketahui, PT. SMS adalah satu-satunya pabrik gula pasir di Indonesia Timur. Beroperasi penuh pada tahun 2017 lalu.

Dalam sehari, pabrik mampu memproduksi gula sebanyak 500 ton, kata Haryanto. Hasil produksi diutamakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di NTB. PT. SMS saat ini masih kekurangan bahan baku tebu. Untuk menyiasati kebutuhan pabrik, perusahaan ini mendatangkan gula mentah dari luar negeri, Thailand. “Kalau bisa petani menanam tebu lebih banyak lagi, kita tidak kesulitan bahan baku dan mendatangkan dari luar,” demikian Haryanto. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional