PT. ILBB Bakal Diambil Alih Investor Nasional

Giri Menang (Suara NTB) – PT Indotan Lombok Barat Bangkit (PT. ILBB) bakal diambil alih oleh investor dalam negeri. Pihak investor sudah mengajukan secara lisan ke Pemda terkait rencana pengambil alihan ini. Namun Pemda dalam hal ini tak mau salah langkah, sehingga masih mempelajari usulan ini, sebab tak proses ini tak semudah memindahkan perusahaan A ke B.

Demikian diakui Sekda Lobar H. Muh. Taufiq kepada wartawan akhir pekan kemarin. Dijelaskan, pihak Pemda sudah mencari tahu informasi terkait rencana ini sebelum menindaklanjuti. Pemda masih mencari administrasi proses pengalihan perusahan, sebab prosesnya tidak sederhana sekedar pindah dari perusahaan A ke B. Apalagi PT ILBB sendiri termasuk lama di Lobar. “Pemberitahuan dari pihak investor secara lisan terkait take over PT ILBB ini sudah disampaikan bulan Februari, tapi pemda tidak mau buru-buru, ujarnya.

Iklan

Diakui investor yang berencana mengambil alih PT ILBB sendiri dari dalam negeri. Namun pemda masih melakukan sebatas penjajakan terkait hal ini dan mencari dokumen administrasi. Sebelum action Pemda pasti berkoordinasi dengan dewan. Pemda tak mau buru-buru agar jangan salah langkah. Apalagi perusahaan ini sudah kolaps sejak beberapa tahun. ‘’Lebih baik pelan, namun jelas dan sesuai ketentuan,’’ujarnya.

Beberapa administrasi yang mesti dipastikan pemda jelas sekda baik peralihan dokumen perusahaan, saham dan perjanjian lama seperti apa serta perjanjian baru. Sejauh ini pemberitahuan lisan sejak bulan Februari bahkan sudah menghadap ke Pejabat Sementara Bupati Lobar, namun dokumen resmi dari pihak perusahaan belum masuk sampai saat ini.

Sementara itu anggota DPRD Lobar H. Sulhan Muchlis mempertanyakan keseriusan PT ILBB, sebab fakta di lapangan, semenjak masuk sejak tahun 2009 lalu justru perusahaan luar negeri ini tak beraktivitas di lapangan. Hanya awal-awal ketika masuk saja perusahaan ini getol melakukan eksplorasi, namun setelah empat tahun terakhir justru vakum. Hal ini, jelasnya, harus menjadi bahan pertimbangan sekaligus evaluasi bagi pemda supaya jangan terlalu cepat menerbitkan izin.

Pemda sendiri memiliki saham di PT ILBB sebesar 10 persen. Selama ini saham 10 persen itu tidak jelas jutrungannya, padhal setiap ahun dividen dari saham itu selalu masuk dalam neraca APBD, namun tak ada dana yang masuk ke APBD. Pembagian saham itu sendiri berasal dari kesepakatan antara pemda dengan PT ILBB dihitung dari modal PT. Indotan sebesar 1 juta dolar lalu Lobar dapat golden share sebesar 100 ribu dolar (10 persen).

Menurutnya, pembagian saham ini hanya di atas kertas kesepakatan saja, namun faktanya tidak ada realisasi. Karena itu pemda perlu memperjelas kesanggupan PT ILBB, mampu atau tidak mengelola lahan pertambangan tersebut. Untuk mempercepat pemasukan ke daerah, maka lahan itu harus segera digarap oleh perusahaan yang lebih serius. “Jangan indotan ini menggantungkan masalah pertambangan ini,”imbuhnya. (her)