PT. AP I Siapkan Rp1,5 Triliun, Perluasan Terminal dan Perpanjangan ‘’Runway’’ LIA

Runway LIA saat ini memiliki panjang 2.750 meter. Dan, tahun ini proyek perpanjangan run way LIA akan dimulai bersamaan dengan proyek perluasan terminal LIA. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – PT. Angkasa Pura (AP) I bakal menginvestasikan dana tidak kurang dari Rp 1,5 triliun mulai tahun ini untuk membiayai proyek perluasan terminal, perpanjangan run way (landasan pacu) Lombok International Aiport (LIA) serta beberapa proyek pendukung lainnya. Perluasan terminal dan perpanjangan runway ini untuk mendukung gelaran balap MotoGP Mandalika tahun 2021 mendatang.

Communication and Legal Section Head PT. AP I LIA, Arif Hariyanto, kepada wartawan, Jumat, 21 Februari 2020 mengatakan, total ada lima kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan mulai tahun ini hingga tahun 2021 mendatang.

Iklan

Selain proyek perluasan terminal bandara dan perpanjangan runway bandara juga ada proyek peningkatan kualitas runway yang sudah ada. Termasuk pembangunan taxi way pararel dan peningkatan fasilitas kargo bandara.  “Untuk membiayai semua kegiatan itu, PT. AP I telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,5 triliun,” ujar Arif.

Pembangunan sejumlah fasilitas tersebut, merupakan bagian dari rencana pengembangan LIA yang sudah direncanakan sejak beberapa tahun yang lalu setelah ditetapkannya kawasan The Mandalika sebagai tuan rumah penyelenggaraan balap MotoGP mulai tahun depan. Di mana, penyelenggaraan MotoGP ini dibutuhkan daya dukung dari sisi fasilitas bandara.

Arif mengatakan, dengan perluasan terminal bandara, maka nantinya luas terminal LIA bakal dua kali lipat dari luas yang sekarang ini. Hal itu berdampak pada peningkatan daya tampung terminal. Dari semula hanya sekitar 3,5 juta penumpang per tahun dan menjadi 7 juta penumpang per tahun.

Adapun runway LIA nantinya akan diperpanjang dari semula 2.750 meter menjadi 3.300 meter. Termasuk, kualitas runway juga akan ditingkatkan, sehingga pesawat-pesawat berat dan berbadan lebar kelas Airbus A330 ataupun Boeing 747 sampai 777 bisa mendarat di LIA.

Selain karena adanya gelaran MotoGP Mandalika, manajemen PT. AP I menilai LIA sudah waktunya dikembangkan dari sisi fasilitas penunjang. Mengingat, tren peningkatan jumlah penumpang sudah mulai positif pasca gempa Pulau Lombok tahun 2018 lalu.

Terbukti, di awal tahun saja ada peningkatan penumpang hingga 24 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga mau tidak mau pengembangan LIA harus dilakukan mulai sekarang. Karena kalau tidak, ke depannya dikhawatirkan bisa mengganggu kualitas pelayanan bagi para pengguna jasa kebandarudaraan.

Untuk itu, pihaknya sangat mengharapkan dukungan semua elemen di daerah ini, agar proses pengembangan LIA bisa berjalan aman dan sukses. “Investasi yang dikeluarkan PT. AP I untuk mendukung pengembangan LIA tidak sedikit. Jadi dukungan dari semua pihak sangat kita harapkan. Paling tidak, bagaimana supaya daerah ini tetap aman dan nyaman,” harapnya. (kir)