PSN Korwil NTB Gelar Orientasi dan Sosialisasi Sarathi Banten

Ketua PSN Korwil NTB, Pinandita I Gusti Putu Kaler Marjana berfoto bersama dengan para tamu undangan dan peserta orientasi dan sosialisasi Sarathi Banten.(Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Koordinator Wilayah (Korwil) NTB menggelar orientasi dan sosialisasi Sarathi Banten, bertempat di aula Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, pada Minggu, 4 Juli 2021. Kegiatan itu mengusung tema Manajemen Organisasi Profesional Berlandaskan Lascarya.

Ketua PSN Korwil NTB, Pinandita I Gusti Putu Kaler Marjana dalam laporannya menjelaskan, PSN Korwil NTB mengemban misi meningkatkan kualitas, wawasan, dan kemampuan agar profesional dalam memberikan pelayanan kepada umat Hindu, baik dalam bidang tatwa, susila, dan ritual. Ia menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan karena mencermati fenomena yang berkembang di masyarakat yang cenderung kurang berminat dan kurang perhatian terhadap pembuatan sarana upakara banten.

Iklan

“Hal itulah yang mengetuk hati kami melakukan upaya-upaya tertentu, seperti awal Januari kami mengadakan pelatihan pembautan sarana upakara, dan bulan April lalu membentuk tim sarathi banten yang diberi nama Sarathi Yadnya Patni,” ujarnya.

Ia menjelaskan tim Sarathi perlu dimatangkan secara intelektual dan spiritual mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan di masyarakat, sehingga perlu diberikan pendalaman materi, menyamakan persepsi agar layanan yang diberikan kepada masyarakat dapat terlaksana dengan baik.

Pinandita I Gusti Putu Kaler Marjana menjelaskan, Hindu mempunyai budaya luhur yang harus diajegkan keberadaannya. Seni membuat banten perlu dipupuk dan dikuatkan sebagai rohnya upacara.

Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang dari tim internal PSN Korwil NTB. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Nantinya pada 23 Juli 2021, pihaknya akan mengadakan orientasi Sarathi di Praya, Lombok Tengah dengan peserta dari Korda Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Lombok Timur. Orientasi kedua untuk Korda Mataram, dan Kabupaten Lombok Utara. “Pelaksanaannya kami bagi dua, mengingat kondisi pandemi Covid-19,” katanya.

Pejabat yang mewakili Kepala Bidang Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTB, I Made Sri Wirdiata menyampaikan, tugas Bimas Hindu salah satunya adalah pembinaan kehidupan beragama dan keagamaan. “Tentu sangat mengapresiasi kegiatan yang bertujuan meningkatkan saradha bahtki, dan meningkatkan kompetensi pelaksanaan kehidupan beragama Hindu, salah satunya kegiatan ini,” ujarnya.

Ketua PHDI NTB, Ida Made Santi Adnya, SH.,MH., dalam sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan, dengan tema yang diusung, PSN harus beradaptasi dengan situasi dan kondisi, beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia juga menekankan, keberadan sarathi banten harus ada maknanya. Ia juga menekankan agar semua lembaga keagamaan Hindu bisa membentuk satu ekosistem. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional