Proyek Taman Loang Baloq Diyakini Rampung Tepat Waktu

Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengangkut material pada proyek penataan Taman Wisata Loang Baloq, Senin, 22 November 2021. Proyek ini diharapkan bisa tuntas tepat waktu pada 5 Desember mendatang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana optimis penataan Taman Wisata Loang Baloq, di Kelurahan Tanjung Karang bisa selesai tepat waktu. Rekanan didorong mempercepat penyelesaian komponen – komponen fisik sebelum kontrak berakhir 5 Desember mendatang. “Saya sudah mendapat laporan langsung dari pengawasnya dan menyampaikan progres terhadap pekerjaan proyek itu. Kalau tidak salah deviasinya 0,34 persen,” kata Mohan ditemui Senin, 22 November 2021.

Rekanan sendiri tambahnya, memiliki komitmen menyelesaikan berdasarkan kontrak. Adapun terjadi keterlambatan masih dimungkinkan menyelesaikan sampai dua pekan. Mohan menegaskan, penyelesaian Taman Wisata Loang Baloq memiliki komitmen politik dalam penyelesaiannya. Apabila selesai tepat waktu maka perencanaan kedepannya akan lebih mudah. “Pertaruhannya di situ. Makanya rekanan harus betul – betul menghitung dan menyelesaikan tepat waktu,” jelasnya.

Iklan

Dalam hal pemeliharaan sudah diwanti  – wanti. Kelompok sadar wisata harus profesional dan melibatkan sejumlah potensi yang maksimal. Pemeliharaan kawasan itu harus berkelanjutan. Dengan hadirnya kegiatan di kawasan tersebut maka dengan sendirinya terpelihara. Pihaknya sendiri akan mengintervensi sarana pendukung lainnya seperti pedagang kaki lima dan lain sebagainya.

Sebelumnya, pandangan berbeda justru disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abdurrahman. Politisi Partai Gerindra itu pesimis proyek penataan Taman Wisata Loang Baloq bisa selesai tepat waktu. Pekerjaan belum menunjukkan progres yang baik karena masih ada deviasi. Sementara, kontrak akan berakhir 5 Desember mendatang. “Saya pesimis ini bisa rampung tepat waktu,” kata Abdurrahman.

Pihaknya berkali – kali menyampaikan ke eksekutif supaya program yang dikerjakan harus memperhatikan batas waktu, kualitas dan kuantitas penyelesaian program. Pihaknya mengkhawatirkan pekerjaan yang bersumber dari anggaran dana alokasi khusus, apabila tidak selesai tepat waktu maka penyelesaian pembayaran disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Dia mencontohkan, apabila pekerjaan rampung 50 persen maka akan dibayar lewat DAK 50 persen. Sisanya akan membebani anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Mataram. Hal ini berdampak tersedotnya anggaran daerah yang sebelumnya dialokasikan untuk program lain. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional