Proyek Taman Loang Baloq, Diharapkan Tidak Dikerjakan Rekanan Abal – abal

H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pariwisata Kota Mataram mulai melakukan tender perencanaan penataan Taman Wisata Loang Baloq (TWLB), Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela. Pekerjaan fisik ditargetkan mulai dikerjakan awal Agustus. Pokja diharapkan teliti menentukan pemenang tender, agar proyek senilai Rp11 miliar tidak dikerjakan oleh rekanan abal –abal.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, penghitungan satuan standar harga telah selesai dilakukan oleh Inspektorat. Selanjutnya baru dilakukan lelang perencanaan. Pendamping oleh auditor pengawas internal pemerintah (APIP) dinilai penting untuk menghindari adanya temuan kerugian negara baik itu kelebihan pembayaran maupun kekurangan volume pekerjaan. “Perencanaan harus ada pendampingan dari Inspektorat,” kata Denny.

Iklan

Tender perencanaan ditargetkan rampung bulan Mei mendatang. Dinas Pariwisata akan menyerahkan dokumen lelang ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada awal Juni. Tender sekaligus tandatangan kontrak ditargetkan tuntas bulan Juli, sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai Agustus. Rekanan demikian kata Denny, memiliki waktu selama lima bulan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. “Lima bulan saya kira cukup,” ucapnya.

Denny mengingatkan BPBJ harus teliti dan selektif menentukan pemenang tender senilai Rp11 miliar tersebut. Rekanan yang mengerjakan harus bonafid dan tidak abal – abal. Sehingga, pengerjaan proyek bisa seefisien mungkin.

Dinas Pariwisata mendapatkan kucuran anggaran dari Kemenparekraf sekitar Rp11 miliar untuk menata Taman Wisata Loang Baloq. Pantai Loang Baloq akan dibuatkan panggung hiburan, dua menara pengawas serta fasilitas lainnya. Salah satu objek wisata di Mataram itu diharapkan menjadi penyangga pariwisata di NTB, dalam rangka menyambut pagelaran MotoGP. (cem)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional