Proyek Selesai Tapi Tidak Dimanfaatkan, Belum Bisa Ditindaklanjuti ke Dugaan Korupsi

Tomo Sitepu. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah proyek mangkrak di NTB sejak tahun 2014 belum dapat ditindaklanjuti ke pengusutan dugaan tindak pidana korupsi. Alasannya, proyek berbagai kementerian ini selesai dikerjakan. Tetapi, tidak dapat dimanfaatkan. “Kalau tidak selesai, mangkrak itu. Ini selesai tapi tidak difungsikan, tidak dimanfaatkan. Belum ada dasarnya kalau menyiakan bangunan itu jadi korupsi,” kata Kepala Kejati NTB Tomo Sitepu dikonfirmasi akhir pekan lalu menanggapi hasil pengumpulan informasi awal.

Dia mengambil contoh proyek penyulingan air laut di Gili Gede, Sekotong, Lombok Barat senilai Rp4,6 miliar. Proyek ini dikerjakant tahun 2013 dan tahun 2014 lalu. “Bangunannya ada tapi tidak diserahkan ke Pemda akhirnya mubazir,” sebutnya.

Iklan

Akibat tidak adanya serah terima dari Kementerian ke Pemda setempat, kata dia, maka daerah tidak dapat mengelola ataupun merawat alat tersebut. Pemda menurut dia harus mendesak pihak terkait untuk menyerahkan pengelolaannya. “Jadi bukan mangkrak ya,” tegasnya.

Demikian juga dengan proyek pabrik pengolahan rumput laut menjadi kosmetik di kawasan Science Technology and Industrial Park (STIP) Banyumulek, Lombok Barat. Proyek ini dibangun dengan anggaran Rp1,17 miliar pada tahun 2015. “Bangunannya jadi. Ada aset pabrik tapi tidak dimanfaatkan. Mereka punya alasan karena memang tidak ada anggaran pemberdayaan, seperti untuk bayar pegawai, biaya perawatan,” jelas Tomo.

Maka pihaknya mendorong Pemda Provinsi NTB maupun Pemda se-NTB untuk memperhatikan pengelolaan aset. Baik itu aset lahan ataupun bangunan. Demikian juga apabila aset tersebut dikerjasamakan pengelolaannya dengan pihak ketiga. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional