Proyek RSUD Dompu Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Tampak depan Gedung RSUD Dompu di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu. Proyek pembangunan rumah sakit ini sedang dalam penyelidikan Polda NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Permintaan penyidik soal audit investigasi proyek pembangunan gedung RSUD Dompu ditanggapi. BPKP Perwakilan NTB turun mengaudit proyek senilai Rp9,4 miliar tersebut. Audit itu sebagai tindak lanjut cek fisik ahli konstruksi.

Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Syarif Hidayat, Selasa, 10 Oktober 2019 menjelaskan, bahwa hasil cek fisik menunjukkan adanya indikasi penyimpangan. “Ada beberapa ruangan yang tidak sesuai spesifikasi,” bebernya.

Iklan

Sejumlah bangunan yang diduga bermasalah itu diantaranya instalasi gawat darurat, instalasi rawat jalan, instalasi pemeliharaan sarana dan prasarana rumah sakit, ruang loundry, dan ruang isolasi. Indikasi itu, sambung dia, ditelaah lagi oleh penyidik. Selanjutnya, menggandeng pihak auditor untuk mencari indikasi timbulnya kerugian negara dari dugaan tidak sesuai spesifikasinya bangunan.

“Jika proyek dikerjakan tidak sesuai dengan perencanaan awal, pasti ada muncul kerugian negara. Kita sudah bersurat ke BPKP untuk minta turun bersama mengecek,” terang Syarif. Proyek pembangunan gedung RSUD Dompu menelan anggaran Rp9,4 miliar. Berdasarkan hasil cek fisik dan hasil audit investigasi, nantinya penyidik akan mengklarifikasinya sejumlah saksi.

Beberapa saksi yang akan dimintai keterangan diantaranya kuasa penguna anggaran, pejabat pembuat komitmen, pejabat unit layanan pengadaan, rekanan pelaksana proyek, serta konsultan pengawas. Proyek yang dikerjakan kontraktor pelaksana, PT Telaga Pasir Kuta itu sebelumnya molor. Bahkan, proyek yang telat itu diserahkan ke kontraktor lain untuk penyelesaiannya.

Proyek RSUD Dompu ditender di tahun 2016 dengan pagu anggaran sebesar Rp10,10 miliar. Pokja RSUD Dompu menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) sejumlah Rp10,08 miliar.

Sebanyak 58 kontraktor bersaing memperebutkan proyek yang dibiayai APBD Dompu tahun 2016 itu. Tender dimenangi PT Telaga Pasir Kuta yang menawar dengan harga Rp9,46 miliar. Pekerjaan tidak selesai meski sudah lewat batas waktu 27 Desember 2016 . Proyek itu didampingi TP4D Kejari Dompu. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional