Proyek Renovasi Gedung Kanwil Kemenag NTB Diduga Bermasalah

Mataram (Suara NTB) – Selain gedung serbaguna Asrama Haji Lingkar Selatan Kota Mataram  yang masih  mangkrak, proyek renovasi Gedung Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB tahun 2016 juga terindikasi  bermasalah. Hingga saat ini, renovasi gedung Kanwil Kemenag NTB pada sisi kiri dan kanan bangunan utama belum diserahterimakan.

‘’Iya, itu juga (proyek renovasi gedung Kanwil Kemenag)  masih ada tertunggak. Masih ada  belum dibayar. Tapi sebentar lagi kita mau bayar. Itu Rp 136 juta utangnya,’’ sebut Kepala Kanwil Kemenag NTB, H. Nasruddin, S. Sos, M. Pd ketika dikonfirmasi Suara NTB disela-sela penyambutan kepulangan jemaah haji kloter 10 akhir pekan kemarin di Asrama Haji NTB.

Iklan

Seharusnya, proyek bernilai miliaran ini sudah rampung dan diserahterimakan pada 2016 lalu. Namun, hingga menjelang akhir 2017, proyek ini belum diserahterimakan dari kontraktor ke Kanwil Kemenag NTB. Belakangan, Kanwil Kemenag NTB ditagih oleh kontraktor  utang senilai Rp 136 juta.

Nasruddin mengatakan, proyek tersebut dilaksanakan sebelum dirinya menjabat Kepala Kanwil Kemenag NTB. Sehingga ia tidak mengetahui secara persis berapa jumlah anggaran dan pelaksanaannya.

Namun, Nasruddin sudah meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Kabag Tata Usaha dan Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) mengurus dan menyelesaikan tunggakan pembayaran proyek renovasi Kanwil Kemenag NTB Tahun 2016  dan proyek gedung serbaguna Asrama Haji Tahun 2015. Ketiganya diminta membuat laporan lengkap dengan melampirkan data pendukung mengenai dua proyek tersebut.

Kepala Kabag Tata Usaha dan Kabid PHU diminta agar segera melakukan langkah-langkah proses serahterima bangunan gedung Serbaguna Asrama Haji yang dibiayai dari dana SBSN.

Mantan Kepala Kemenag Lombok Timur (Lotim) ini menegaskan, ke depan tidak boleh ada lagi proyek yang seperti ini. Jika proyek dikerjakan tahun 2015 atau 2016, maka harus tuntas pada tahun anggaran tersebut. ‘’Ke depannya tak boleh seperti itu lagi. Saya harus tuntaskan pekerjaan tahun itu, selesai tahun itu. Ndak boleh tertunda untuk tahun depan,’’ katanya.

Untuk itu, kata Nasruddin, ia sudah meminta seluruh Satker yang berada di lingkungan Kanwil Kemenag NTB, baik di kabupaten/kota maupun madrasah supaya kejadian seperti itu tak terulang tahun depan.

‘’Jangan ada yang sampai tahun depan. Saya tidak mau seperti itu. Oleh karena itu pada 2018, Desember 2017 ini  sudah mulai dilelang. Supaya segera diselesaikan pembangunannya,’’ tandasnya. (nas)

Advertisement