Proyek Puskesmas Dasan Tapen Kritis

Proyek Puskesmas Dasan Tapen ini kritis, sehingga menjadi atensi dari Dikes Lobar.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Dari hasil pengawasan Dinas Kesehatan (Dikes), kontraktor yang mengerjakan proyek Puskesmas Dasan Tapen diduga  kurang profesional, yakni tidak punya modal. Atas dasar ini, Kepala Dikes Lobar dr. Hj. Made Ambaryati, menekankan pengawas untuk selalu intens melaporkan bagaimana  hasil perkembangan pengerjaannya ke dinas.

Diakuinya, beberapa kali pihaknya melakukan pertemuan dengan kontraktor. Mereka janji dua minggu lagi untuk mengejar target pekerjaan. Namun begitu tim Dikes ke sana, tetap saja kondisinya seperti itu. Tukang tidak sampai 20 orang dan bahannya juga belum memadai.  “Berkali-kali kita panggil mereka, mau bilan apa? mau marah, mau apa? Sudah capek kita. Intinya dia tidak punya modal sepertinya,” ungkapnya.

Iklan

Bahkan beberapa kali mereka presentasi ke dinas, pihak dinas meminta membuat jadwal penyelesaian proyek, namun begitu dicek belum dilaksanakan.

Pihak dinas mengaku capek, karena semua arahan dan surat peringatan tak diikuti. Kontraktor berjanji segera selesai, namun tidak ada progres signifikan.  Malah, kata dia, setelah dicek ke lapangan dan bertanya kepada para tukang. Mereka mengaku beberapa minggu belum digaji. “Berarti kan kontraktor ini masalahnya,”tukasnya.

Ia pun mengeluhkan kenapa mereka berani menawar rendah. Sementara pihak dinas sendiri tak bisa berbuat banyak, karena proses lelang ada di Unit Layanan Pengadaan Satu Pintu (ULP-BJ). Pihaknya akan menyampaikan hal ini pada saat rapat dengan Inspektorat membahas masalah proyek ini.

Sejauh ini proyek ini termasuk kritis, karena tidak mencapai target alias deviasi negative hingga 5,6 persen. “Pengecekan kami pada selasa pagi, minusnya mencapai 5,6 persen kalau tidak salah,”tegas dia. (her)