Proyek PUPR Kota Mataram Terancam Molor

Beberapa pekerja sedang mengebut pengerjaan gedung BKD Kota Mataram yang molor, Kamis, 29 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan dua dari tiga proyek fisik milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram terancam molor. Yakni, pembangunan gedung kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) dan gerbang di Lingkar Selatan.

Proyek gedung Kantor BKD dikerjakan rekanan dengan nilai kontrak Rp1,3 miliar lebih. Sesuai jadwal pekerjaan fisik harus tuntas tanggal 30 November hari ini. Namun hingga Kamis, 29 November 2018 terlihat di lapangan para pekerja masih memasang keramik. Bagian atas seperti pondasi belum rampung.

Iklan

Sementara, pengerjaan gerbang di Lingkar Selatan nilai pagunya Rp6 miliar. Proyek ini dikerjakan dengan nilai kontrak Rp5,9 miliar lebih. Rekanan hanya menyelesaikan bagian tiang. Konstruksi baja untuk gerbang belum terlihat.

Dikonfirmasi mengenai tersebut, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menjelaskan, ada tiga kegiatan fisik yang dikhawatirkan terlambat. Di antaranya, pengerjaan gerbang, monumen dan gedung BKD. Monumen Mataram Metro sudah selesai pekerjaannya dan tinggal menunggu serah terima pekerjaan dari rekanan ke Dinas PUPR.

Sedangkan, gedung BKD yang masa kontraknya berakhir tanggal 30 November masih berjalan. Tak tuntasnya pekerjaan rekanan akan dikenakan sanksi denda. Penjatuhan denda terhitung sampai kapan pekerjaan itu tuntas 100 persen.

“Berapa hari dia terlambat itulah dendanya. Yang jelas per hari dihitung 1:1.000,” sebut Mahmuddin. Untuk proyek gerbang lanjutnya, sebelumnya ada keterlambatan tender. Ada hal teknis seperti berkomunikasi dengan Balai Jalan Nasional (BJN). Karena, proyek ini menggunakan jalan nasional.

Dari konsultasi tersebut terjadi perubahan gambar sampai dua kali. Setelah selesai gambar dilakukan ekspose di hadapan Kejaksaan selaku TP4D. “Kontrak dimulai sekitar bulan September,” sebutnya.

Pengerjaan gerbang sesuai kontrak harus selesai tanggal 26 Desember mendatang. Mahmuddin menambahkan, pihaknya telah melihat progres capaian yang ada. Ternyata capaiannya sangat rendah. Hal ini disebabkan 80 persen pekerjaan berada pada konstruksi baja.

Pihaknya sempat berkunjung ke pabrik untuk menyakinkan bahwa proses pemesanan gerbang sedang berlangsung. “Alhamdulillah, waktu kami berkunjung sudah proses pengiriman. Target pengiriman empat tahap. Satu kali pengiriman itu dua kontainer. Target secara total 30 November. Ini sudah pengiriman tahap keempat,” bebernya.

Perakitan rangka baja tersebut, rekanan mendatangkan tenaga pasang pabrikan. Tenaga lokal tidak bisa mengerjakan karena memiliki teknik khusus. Tenaga yang dikirim oleh pabrik sebanyak 10 orang tersebut sedang menyetel bagian angker pondasi.

Secara teknis disampaikan, pemasangan rangka baja membutuhkan waktu selama empat pekan. “Kalau kondisi cuaca tidak ada masalah. Mudah – mudahan bisa selesai tanggal 26 Desember,” paparnya.

Ditambahkan, pihaknya tetap mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan. Kalaupun terjadi keterlambatan rekanan sanksi denda.

Artinya, mekanisme ini tidak salah. Karena, rekanan memiliki tambahan waltu untuk menyelesaikan. Jika memperhatikan waktu diprediksi keterlambatan tak begitu lama. (cem)