Proyek Pipa Induk Mandek, Air Bersih Dipasok Bergilir

Agus Supandi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) –Proyek pemasangan pipak induk PDAM lewat program Karya Bhakti TNI di Desa Oo, mandek. Akibatnya, pelayanan air bersih khusus wilayah kota terpaksa diterapkan secara bergilir. Kondisi ini dipastikan berlanjut jikalau tak ada upaya penuntasan proyek dengan nilai anggarn Rp14 miliar tersebut.

Direktur PDAM Dompu, Agus Supandi, SE., dihubungi Suara NTB, Minggu, 27 Desember 2020 menyampaikan, penolakan warga atas proyek pemasangan pipa induk PDAM, tidak saja membuat jajaran pelaksana menghentikan kegiatan mereka, tetapi juga berimbas pada pelayanan air bersih untuk ribuan pelanggan, khususnya di tiga kelurahan seperti Kandai I, Dorotangga dan Bali. “Wilayah kota memang pelayanan masih bergilir, itu karena proyek penggantian pipa induk di Oo tidak jalan,” ungkapnya.

Pipa induk dengan ukuran 20 inci sengaja ditanam untuk memastikan ribuan pelanggan di wilayah kota terlayani maksimal. Namun mengingat reaksi penolakan keras warga dengan alasan khawatir volume air untuk area pertanian berkurang, membuatnya tak bisa berbuat banyak. Bahkan jajaran TNI selaku pelaksana kegiatan lewat program Karya Bhakti mereka harus menghentikan pekerjaan.

Selaku penerima manfaat, PDAM hanya bisa berharap proyek senilai Rp14 miliar itu bisa terus berjalan, sehingga tak ada istilah gangguan pelayanan lagi. Ketika dibiarkan berlanjut, ia memastikan ribuan pelanggan pada tiga kelurahan tersebut akan tetap menerima pelayana secara bergilir. “Kita harap segera diselesaikan. Kalau tidak begitu kita kewalahan mengatur untuk pelayanan bergilir,” ujarnya.

Sementara disinggung penyebab macetnya pelayanan air bersih di Kecamatan Woja selama beberapa hari terakhir, Agus Supandi menjelaskan, itu terjadi akibat ulah warga di Desa Saneo. Untuk menangkap ikan di kali mereka melakukan pengeringan dan mengarahkan titik pembuangan pada bak penangkap.

Material lumpur yang turun membuat pipa penangkap tersumbat, sehingga tak bisa dilakukan pendistribusian ke IPA Selaparang untuk pengolahan. Mengatahui kendala itu sejumlah pegawai langsung dikerahkan untuk proses pembersihan. “Selama pembersihan itu terpaksa dihentikan dulu pelayanan beberapa hari. Tapi kan hari ini (kemarin) sudah mulai normal, walaupun masih kecil karena tangkapan air masih 15 liter dari 20 liter per detik,” pungkasnya. (jun)