Proyek Penataan Senggigi Longsor, Polres Lobar Agendakan Panggil Kadispar

Bupati Lobar H Fauzan Khalid,Kapolres Lobar, AKBP Bagus S Wibowo (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) -Longsornya beberapa titik proyek penataan kawasan wisata Senggigi terus berproses di Polres Lombok Barat (Lobar). Sejauh ini, Polres Lobar telah memeriksa enam orang saksi dari pejabat pembuat komitmen (PPK) dan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. Setelah memeriksa para pihak terkait, penyidik Polres Lobar mengagendakan pemanggilan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Lobar, H. Saepul Ahkam.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus S Wibowo mengatakan bahwa dari perkembangan yang ada, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah penanganan. “Kita fokus pada fisik pekerjaan yang longsor,” tegasnya.

Iklan

Dijelaskan Kapolres, pihaknya sudah meminta keterangan beberapa saksi termasuk juga mempelajari dokumen yang diperoleh dari pihak terkait. “Kemudian, tentu kita terus melanjutkan penelitian dokumen, dan memeriksa saksi apakah penyebab longsor tersebut karena kualitas pekerjaan,” terangnya.

Ditanya jumlah saksi yang diperiksa, Bagus menegaskan bahwa jajarannya melalui Sat Reskrim Polres Lobar telah memeriksa enam orang saksi yang berkaitan dengan itu. “Termasuk saksi ahli yang bisa memberi pendapat terkait hal itu,” sambungnya.

Terkiat SK kedaruratan bencana yang akan dikeluarkan Pemda Lobar, Bagus mengatakan bahwa itu akan dilihat nanti. “Nanti kita lihat, kebijakan pemerintah bukan domain kami untuk mengomentari. Silahkan saja ambil kebijakan apapun terkait langkah-langkah penanganan. Dan kita tetap lakukan penyelidikan,” tegasnya.

Kanit Tipikor Polres Lobar, Ipda Muhammad Baejuli menambahkan enam orang saksi yang diperiksa adalah dari unsur PPK proyek dan rekanan. Pemeriksaan masih seputaran administrasi, tugas, tanggung jawab dan kewenangan mereka. Pemeriksan tidak bisa dilakukan sekali, namun beberapa kali. Karena banyak hal yang perlu diperdalam.

Mengenai kapan Kadispar Lobar akan dipanggil. “Nanti berikutnya (kadis dipanggil),”jelas dia. Terkait proyek sekitar kawasan Hotel Pasific yang longsor belum lama ini, menurut dia juga masuk dalam penanganan. Perihal saksi ahli dari perguruan tinggi, sejauh ini belum ada jawaban.

Sementara itu, Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid mengatakan, bahwa Pemkab Lobar fokus kepada penanganan titik longsor, agar bisa secepatnya dilakukan perbaikan. Karena proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan. Bupati mengatakan untuk tindaklanjut longsor yang terakhir, sudah dilaksanakan rapat dengan pihak terkait, mulai dari Dinas PUPR, Balai Jalan Nasional (BJN), Dinas PU kabupaten, Dinas Pariwisata Lobar dan konsultan. Hasilnya sudah dilaporkan ke kementerian PUPR.” Hari ini, sudah kita rapat internal, intinya sudah siap untuk dilakukan perbaikan, karena masih masa pemeliharaan,”katanya.

Penanganan masih sama dengan penanganan longsor di dua titik sebelumnya. Di mana, penanganan akan dilakukan terlebih dahulu oleh BJN, setelah selesai itu nanti akan dikerjakan oleh kontraktor pelaksana untuk perbaiki. Pemkab Lobar juga sudah mengeluarkan SK darurat bencana atas kejadian longsor ini.”SK bencana sudah kita terbitkan, karena masuk darurat bencana alam,” tegasnya.

Sementara itu, Kadispar Lobar, H. Saepul Ahkam mengaku dua proyek memang sudah ditangani di aparat penegak hukum. Pihaknya pun sangat kooperatif terhadap para penegak hukum yang menangani proyek ini. “Kami tentu sangat kooperatif, terhadap apa yang sedang, sudah dan akan dilakukan oleh pihak kepolisian,”tegas dia. Pihaknya sangat menghargai proses hukum, siapapun lembaga negara yang memiliki kompetensi dalam menyelidiki kasus ini.(her)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional