Proyek Penataan PKL di Eks Pelabuhan Ampenan Belum Dikerjakan

Mataram (Suara NTB) – Proyek penataan pedagang kaki lima di eks Pelabuhan Ampenan belum dikerjakan. Padahal, sisa waktu pekerjaan fisik tinggal dua bulan.

Pantauan Suara NTB, Jumat, 13 Oktober 2017, lapak dibangun oleh Pemkot Mataram yang berhadapan langsung ke arah pantai telah diratakan. Material sisa bangunan masih menumpuk di lokasi tersebut. Tidak ada aktivitas pekerja yang mengerjakan proyek. Hanya terlihat dua anak kecil yang mengumpulkan sisa material lalu di masukan ke dalam karung.

Iklan

Sedangkan, di pinggir pantai, berjejer puluhan kursi. Diisi oleh pasangan muda – mudi, orangtua bahkan anak – anak. Mereka tengah asyik menikmati secangkir kopi dan cemilan sambil menunggu matahari terbenam. Meski kondisi seperti itu, pengunjung merasa tak risih. Mereka menikmati gemuruh ombak dan hempasan angin pantai sore itu.

Salah seorang pedagang, Ratna menuturkan bahwa seingatnya bangunan lapak itu telah dibongkar tiga pekan lalu. Ia sendiri tidak mengetahui kapan pekerjaan dimulai. Sebab, tidak ada tumpukan material, bahkan alat berat. “Mungkin masih lama dikerjakan,” tuturnya.

Para PKL, direlokasi ke tempat yang jauh dari sebelumnya dikhawatirkan mengurangi pendapatannya. Saat ini saja akunya, jarang ada pengunjung berbelanja. “Tidak ada orang belanja kalau di tengah sana. Yang banyak itu di pinggir,” cetusnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menjelaskan, proyek penataan lapak di eks Pelabuhan Ampenan merupakan pekerjaan milik Dinas Pariwisata dan Dinas Perdagangan NTB. Dua instansi itu memiliki pekerjaan berbeda. Kalau taman dikerjakan oleh Dinas Pariwisata. Sementara, lapak oleh Dinas Perdagangan.

Untuk Kota Mataram hanya mengerjakan semacam plat beton untuk tempat duduk pengunjung. PUPR masih membuat desain. “Sekarang ini hanya 80 cm lebar tanggul itu. Kita mau buat sekitar 1 – 1,5 meter,” kata Mahmuddin, kemarin.

Tindaklanjut proyek itu sudah dikoordinasikan dengan pihak konsultan. Informasinya, sudah keluar kontrak pengerjaan dan tinggal pengerjaan saja. Mahmuddin memastikan sisa waktu dua bulan ini penataan eks Pelabuhan Ampenan bisa tuntas. “Insya Allah bisa selesai tepat waktu,” ucapnya. (cem)