Proyek Penataan Loang Baloq Dilanjutkan

Pengunjung sedang berfoto di pinggir kolam Taman Wisata Loang Baloq baru – baru ini. Destinasi wisata yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang ini dilanjutkan penataannya. TAPD mengalokasikan anggaran Rp2,4 miliar. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana penataan Taman Wisata Loang Baloq yang sebelumnya tertunda, kini dilanjutkan. Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kembali mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki destinasi tersebut.

Namun alokasi anggaran yang tersedia menurun dari estimasi sebelumnya. Dinas Pariwisata memperoleh dana Rp2,3 miliar dari total awal Rp3,4 miliar. Item pekerjaan dikurangi menyesuaikan dengan anggaran. “Awalnya dari Rp3,4 miliar kita bisa mengerjakan beberapa pekerjaan. Karena ini dipangkas terpaksa pekerjaan juga kita kurangi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi ditemui usai rapat pembahasan kerangka umum anggaran dan plafon penggunaan anggaran sementara (KUA-PPAS) di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram, Kamis, 2 Juli 2020.

Iklan

Pengalokasian kembali dana alokasi khusus (DAK) menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. Berdasarkan aturan tender DAK paling lambat harus terkontrak akhir bulan Juli. Denny berharap ada pengunduran waktu sampai bulan Agustus. Proses tender membutuhkan waktu panjang terhitung mulai dari persiapan dokumen, lelang, masa sanggah sampai penunjukan pemenang.

“Ini yang masih kita tunggu apakah diperbolehkan sampai akhir Agustus. Kalau diundur saya yakin bisa,” ujarnya.

Detail item pekerjaan apa saja yang dikerjakan masih direvisi kembali. Tetapi memungkinkan dari anggaran Rp2,3 miliar untuk pembangunan panggung atau teater mini, pengurugan, penataan lahan parkir dam landscape.

Pembangunan lapak tidak cukup dari nilai anggaran tersedia. TAPD kembali menjanjikan akan menganggarkan pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun 2021. “Tadi sudah disampaikan Insya Allah tahun 2021 dikucurkan kembali,” sebutnya.

Keterlambatan proses lelang berpengaruh terhadap pekerjaan proyek. Namun demikian kata Denny, hal ini tergantung dari kebijakan dari pemerintah pusat. Sisa waktu empat bulan dipastikan rekanan dapat menyelesaikan pekerjaan. “Makanya nanti sangat tergantung dari kebijakan pemerintah pusat,” demikian kata dia. (cem)

  Kota Mataram Batal Berhutang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here