Proyek Penataan Kawasan Senggigi 2020, Rekanan Pelaksana Masih Punya Kelonggaran

I Gusti Putu Gede Ekawana. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polda NTB belum masuk terlalu jauh dalam penanganan proyek penataan kawasan Senggigi yang longsor di tiga titik. Saat ini sejumlah proyek itu masih dalam tahap pemeliharaan. Rekanan pelaksana masih memiliki waktu sampai proyek nantinya diserahkan penuh ke Dinas Pariwisata Lombok Barat.

“Nanti kalau sudah FHO (Final Handover) baru kita masuk. Kalau masih perawatan gak bisa. Kita belum cari dugaan korupsinya,” ucap Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana, Selasa, 2 Maret 2021. Berdasarkan hasil cek fisik awal, Eka mengatakan, kondisi lokasi proyek tidak sanggup menanggung beban tambahan. Disebabkan, konstruksi penahan yang tidak memiliki perkuatan.

Iklan

“Misalnya itu sudah dihitung atau tidak jika di lokasi itu ditambahi material baru. Apakah sudah dipelajari sebelumnya apabila ada struktur bangunan baru di atasnya di lokasi itu,” jelasnya. Dari pengumpulan bahan keterangan dan data awal, memang tidak ditemukan adanya kesalahan perencanaan. Meski demikian, ada faktor lain yang tidak dihitung dalam pembangunan proyek tersebut.

“Perencanaan proyek tidak salah. Cuma pada saat direncanakan itu sudah dihitung atau tidak kondisi lokasi pekerjaannya. Apakah bisa menampung atau tidak jika ada struktur bangunan baru,” kata Eka. Persoalan itu tampak setelah tim Subdit III Tipikor menelisik proyek penataan kawasan Senggigi. Tiga Temuan fisik sebelumnya mengungkap mengenai tidak adanya dibuatkan tanggul penyangga tanah penopang struktur beton pekerjaan.

Konstruksi penahan hanya mengunakan pasangan batu. Tidak memiliki struktur beton pondasi yang berfungsi sebagai pengikat. “Kita dorong mereka untuk perbaiki karena ini masih masa pemeliharaan. Ini masih tanggungjawab rekanan,” tandas Eka. Dinas Pariwisata Lombok Barat  Dispar Lombok Barat mendapat anggaran Rp9,974 miliar untuk pekerjaan revitalisasi kawasan Pariwisata Senggigi. Sumber anggarannya dana pinjaman daerah melalui Bank NTB yang dialokasikan pada APBD Dispar Lobar.

Proyek itu diantaranya penataan rest area kawasan Hotel Pasific dengan yang dikerjakan dengan kontrak senilai Rp1,63 miliar. Proyek ini dikerjakan CV WD asal Makassar, Sulawesi Selatan. Penataan kawasan Wisata Batu Bolong dikerjakan PT PN asal Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan nilai kontrak Rp1,26 miliar. Proyek penataan kawasan wisata Makam Batulayar dikerjakan dengan nilai kontrak Rp2,65 miliar oleh PT NAP, kontraktor asal Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Proyek penataan rest area kawasan sekitar Alberto yang dianggarkan dengan pagu Rp2,2 miliar. Proyek ini dikerjakan CV AP asal Kuripan, Lombok Barat dengan harga penawaran Rp1,8 miliar. Proyek penataan rest area kawasan sekitar Hotel Sheraton. Proyek ini memiliki pagu anggaran Rp3 miliar. Yang kemudian dikerjakan PT SJU yang bermarkas di Badung, Bali. Harga penawarannya Rp2,62 miliar. (why)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional