Proyek Penataan Bundaran GMS Gagal Lelang

Proyek penataan bundaran GMS ini batal dikerjakan tahun ini, akibat gagal tender. Inilah rancangan bundaran GMS yang akan dibangun. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek Bundaran GMS (Giri Menang Square) senilai Rp7,2 miliar yang seharusnya dikerjakan tahun ini terpaksa dibatalkan. Proyek ini kemungkinan ditunda tahun depan, lantaran gagal lelang. Proyek ini gagal lelang beberapa faktor di antaranya, keputusan PA (pengguna anggaran) bahwa proyek tidak dilaksanakan.

Hal ini dipaparkan, oleh Asisten II Setda Lobar Rusditah pada saat rapat pimpinan (rapim) yang dipimpin Bupati Lobar, Kamis, 7 Oktober 2021.

Iklan

Dijelaskan, terdapat 11 proyek prioritas yang ada di Lobar. Dari 11 itu, dari Dana Alokasi Umum (DAU) terdapat dua proyek yakni penataan GMS dan pembangunan ruang penyimpanan vaksin. “Dari dua proyek ini, satu proyek yakni GMS gagal lelang atau batal lelang, disebabkan beberapa hal di antaranya keputusan PA bahwa proyek itu tidak dilakukan,”terang Rusditah.

Sedangkan untuk proyek penyimpanan vaksin, saat ini telah mencapai hasil yang memuaskan. Walaupun proyek ini berakhir pada bulan November mendatang, kondisi progresnya deviasi positif alias melampaui target.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Lobar H. L. Winengan mengatakan terkait proyek bundaran GMS ditunda tahun depan. Meski demikian, desain dari GMS tetap menggunakan desain yang sudah ada sebelumnya.

Di sisi lain Ketua DPRD Lobar Hj. Nurhidayah meminta proyek penataan monumen GMS ditunda. Lantaran hingga kini pelaksanaan proyek ini belum ada kepastian kapan akan dimulai, padahal sudah ada pemenang tender. Terlebih waktu sudah memasuki akhir September, sehingga akan sangat mepet pengerjaannya hingga akhir tahun.

“Dengan pengerjaan memakan biaya yang cukup besar Rp7,2 miliar dan waktunya sudah mepet lebih baik ditunda saja untuk dikerjakan tahun depan,” ujar politisi Gerindra itu.

Pihaknya khawatir jika dipaksakan pengerjaan dengan waktu mepet itu berdampak pada pekerjaan yang tidak bagus dan bermasalah. Tentu imbasnya akan merugikan daerah. “Tentunya kalau anggaran ini tidak terpakai akan menjadi Silpa di APBD perubahan 2021 ini,” jelasnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional