Proyek Pelabuhan Tawun, Diupayakan Tak Senasib dengan Senggigi

Proyek revitalisasi Pelabuhan Tawun sedang dikerjakan. Salah satu itemnya adalah penimbunan pesisir pantai. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres proyek rehabilitasi Dermaga Tawun Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong yang dibangun dengan nilai Rp3,02 miliar mengalami minus 20 persen. Dari target progres yang seharusnya dicapai. Proyek rehabilitasi dermaga Tawun mulai dikerjakan sesuai yang tertera dikontrak mulai tanggal 7 Juli sampai dengan 3 November 2021 mendatang dengan sumber anggaran dari APBD murni Pemerintah Kabupaten Lombok Barat tahun 2021.

Minus proyek dermaga ini, diketahui setelah TimPercepatanPembangunan dari Pemkab Lobar yang dipimpin Asisten II Setda Lobar turun melakukan monitoring progres pengerjaan proyek di Lobar.

Iklan

“Minus nya 20 persen, dan sedang dalam proses pengiriman bahan material, “terang Fathurahman, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek rehabilitasi Dermaga Tawun ini, Kamis, 9 September 2021.

Pihaknya aktif melakukan monitoring untuk memastikan pekerjaan di Dermaga Tawun bisa berjalan lancar. Apalagi di Dermaga Tawun ada dua jenis pekerjaan, yaitupenimbunan dan pemasangan tiang pancang.”Kemarin kita sudah turun bersama tim dipimpin Pak Asisten II, minusnya itu barang yang dibutuhkan sudah ada, tapi belum sampai, besok kalau sudah sampai langsung bisa lebih progres nya, “ kata Fathurahman.

Untuk pemesanan dermaga apung sudah dipesan dan tinggal dikirim. Dari hasil perhitungan saat monitoring kemarin, progres pembangunan masih minus 20 persen, namun pihaknya yakin pekan depan progres sudah lebih 20 persen.

“Pokoknya akan terus kita pantau, pokoknya bulan Oktober harus tuntas, kontrak sampai 3 November 2021,” ujarnya.

Pihaknya memastikan, proyek Dermaga Tawun tidak akan  senasib dengan proyek Dermaga Senggigi. Untuk itu pihaknya sangat aktif memantau proyek ini, walaupun target dalam kontrak pengerjaan sampai bulan November. Pihaknya menargetkan agar bulan Oktober, progres rehabilitasi dermaga sudah tuntas. “Saya tekankan, bulan Oktober itu sudah tuntas proyek dermaga ini, “ tegasnya.

 Progres pembangunan saat ini, untuk besok pemasangan tiang pancang, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan dermaga apung.

Sedangkan untuk penimbunan, juga sudah tuntas, bahkan besok perusahaan pelaksana sudah mulai pasang batu. “Besok sudah mulai pasang batu, diperkirakan dua minggu, kalau sudah selesai langsung bisa pemadatan, “ ujarnya.

Panjang pantai yang ditimbun sepanjang sekitar 114 meter dengan lebar 10 meter.

Sementara itu, Sahnil warga setempat mengatakan pengerjaan dermaga Tawun itu ada dua, salah satunya menimbun (reklamasi) pinggir pantai. Untuk pengerjaan penimbunan ini, seharusnya pihak yang mengerjakan memiliki kuari sebagai tempat mengambil material tanah. Namun sejauh ini pihak terkait mencari orang-orang untuk mengambil tanah. “Ini kita sayangkan,”jelas dia.

Pihaknya belum tahu keterlibatan pihak Dishub Lobar. Hanya saja dari informasi lapangan yang diperoleh bahwa ada oknum. Ia berharap agar para pihak terkait dipanggil DPRD. Kenapa membeli material untuk reklamasi tanpa kejelasan izinnya.

 Ia juga menyoroti pengangkutan material melalui jalan dusun yang sudah diaspal. “Yang kita khawatirkan dengan adanya proyek ini, jalan dusun yang sudah diaspal ini rusak karena dilewati dam truk besar,” ujarnya.  (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional