Proyek Osamtu Senilai Rp 500 juta Diduga Tanpa Kajian

Giri Menang (Suara NTB) – Proyek Osamtu senilai Rp 500 juta yang dikerjakan melalui Dinas Tata Kota Pertamanan dan Kebersihan terkesan dipaksakan, sebab melihat sisa waktu pengerjaan kurang 2 bulan. Diduga proyek ini juga tak mengantongi kajian teknis dan akademis, akan tetapi tetap dilaksanakan.

Sekda Lobar, Ir. H. Moh. Taufiq, MSc, yang dikonfirmasi terkait persoalan ini menegaskan, pihaknya sudah menyurati SKPD terkait agar menunda proyek ini sebelum memenuhi kajian teknis dan akademis. “Seingat saya itu disuruh pending dulu. Kami sudah surati SKPD terkait agar menunda dulu proyek ini,” ujarnya, Rabu, 5 Oktober 2016.

Iklan

Pihaknya akan turun mengecek ke lapangan terkait kebenaran proyek ini. Sebab sebelumnya pihaknya melarang proyek ini dieksekusi atas pertimbangan kajian teknis dan akademis belum tuntas.

Sementara itu, Kepala Bagian Pembangunan Setda Lobar Heri Ramadhan juga mempertanyakan alasan proyek ini dieksekusi. Padahal pihaknya sudah menyurati pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) bahwa proyek ini ditunda menunggu kajian teknis dan akademis barulah bisa dilaksanakan.

“Kami sudah ada surat ditandatangani sekda ke dinas terkait meminta tunda dulu proyek ini sampai menunggu kajian teknis dan akademik proyek ini. Kalau dia laksanakan proyek ini tanpa kajian ini kan masalah,” akunya.

Diakuinya, proyek ini dikerjakan kemungkinan karena sudah selesai kajiannya. Namun, seharusnya berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika nanti proyek ini dikerjakan tanpa ada kajian, baik itu teknis, lingkungannya berarti dinas terkait tak memperhatikan arahan sekda. Dalam kajian akademis ini ada terangkum semua tujuan dibangunnya osamtu, apakah bisa tidak menyelesaikan permasalahan sampah.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Tata Kota, Pertamanan dan Kebersihan, H. L. Winengan membenarkan proyek Osamtu ini berlanjut. Ia mengklaim, kajian teknis dan akademis proyek ini telah diselesaikan, sehingga proyek ini berlanjut. Terkait surat sekda yang meminta agar proyek ini ditunda, menurut Winengan tidak bisa ditunda, sebab proyek ini sudah siap semua, baik lokasi dan kajiannya. “Tidak bisa ditunda karena sudah siap semua, terkait lokasinya,” jelasnya.  (her)