Proyek Molor dari Target, Pemda Lobar Tegur Kontraktor

Pengerjaan rehabilitasi gedung sekolah di SMPN 1 Kediri yang pengejarannya molor. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) melakukan evaluasi dan monitoring (monev) terhadap progres proyek fisik yang sedang dikerjakan di lapangan. Sejumlah proyek tak mencapai target, karena progres tidak sesuai dengan time schedule. Atas capaian ini, Pemda Lobar menegur sejumlah kontraktor tersebut. OPD dan konsultan pengawas diminta mengawal ketat pengerjaan proyek. Bahkan diminta tak segan menegur kontraktor.

Asisten II Setda Lobar Rusditah mengatakan terdapat 11 paket proyek strategis di antaranya satu proyek gagal dikerjakan, yakni penataan Bundaran GMS. Sedangkan sisanya ada yang sedang pengerjaan dan hampir selesai. Untuk ruang penyimpanan vaksin sejauh ini memiliki progres positif. Proyek yang selesai kontrak 5 November menelan anggaran Rp 800 juta lebih. Proyek jalan hotmik sudah selesai 100 persen dikerjakan.

Iklan

“Dari 11 proyek ini ada juga beberapa yang progresnya negatif, karena itu kepala OPD yang membawahi proyek ini memperhatikan slot waktu, kondisi dan lain sebagainya,” tegas Rusditah, pada saat rapat pimpinan bersama bupati pekan lalu.

Sejumlah proyek yang telat ini, seperti penataan Taman Narmada. Proyek senilai Rp419 juta lebih tersebut dikerjakan CV LAA dengan masa pelaksanan mulai tanggal 5 Agustus hingga tanggal 3 Desember 2021. “Proyek ini memiliki deviasi negatif sebesar 5 persen lebih,” sebut dia.

Proyek lain yang minus, seperti proyek jalan, kemudian ada beberapa rehabilitasi sekolah yang molor seperti dari target. Salah satunya SMPN 1 Kediri. Akan tetapi proyek ini berakhir masa kontrak Desember mendatang, sehingga masih ada waktu pengerjaan.

Diakui ada beberapa proyek mengalami keterlambatan tidak murni disebabkan oleh pelaksana, namun ada kendala non teknis dialami di lapangan. seperti pengerjaan irigasi terjadi limpahan air. Sehingga pengerjaan terjadi keterlambatan 8,30 persen. Hal ini perlu menjadi atensi dari OPD untuk mempercepat pengerjaannya.

Karena itulah, lanjut dia, evaluasi dan monitoring (monev) proyek dilakukan untuk mempercepat proses pembangunan, sinergisitas antar OPD dan tertib administrasi. Dalam hal ini, bagaimana langkah percepatan penyelesaian proyek, sehingga tidak ada proyek yang molor melewati tahun anggaran.

Evaluasi terus dilakukan, terutama menyangkut administrasi, ketersediaan barang, jadwal waktu, material, tenaga kerja dan keselamatan kerja. Termasuk hasil temuan, di lapangan beberapa rekanan masih belum taat terhadap protokol kesehatan. “Masih ada penyedia abai dalam penerapan prokes, dan keselamatan kerja. Ada juga tenaga kerja yang dibagi-bagi, karena rekanan mendapatkan kerjaan lebih dari satu paket,” ujarnya. (her)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional