Proyek Mangkrak Dermaga Senggigi Ditata Jadi Tempat Swafoto

Dermaga Senggigi yang pembangunnya mangkrak ditata menjadi tempat berswafoto oleh komunitas anak pantai.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pembangunan proyek dermaga Senggigi, Lombok Barat (Lobar), yang mangkrak tahun 2019 lalu sampai saat ini masih belum jelas kelanjutannya. Untuk melanjutkan proyek ini mesti menunggu putusan pengadilan di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI). Sehingga Pemda sendiri tidak mengalokasikan untuk melanjutkan pembangunan proyek ini pada APBD murni 2021.

Untuk menghidupkan kondisi dermaga ini, pihak pengelola dan pegiat Beach Boys for Change (BBC) atau kelompok anak pantai untuk perubahan menata dermaga itu. Di dermaga ini di buat tempat Selfi sehingga banyak pengunjung yang menikmati suasana dermaga sekaligus berswafoto.

Kepala Dinas Perhubungan Lobar, , H.M. Najib mengatakan, penganggaran untuk kelanjutan proyek tidak masuk tahun depan. “Tidak dianggarkan karena kelanjutan pembangunan dermaga ini perlu menunggu putusan di BANI,” jelas Najib.

Untuk sidang sengketa proyek tersebut dilanjutkan hari ini (kemarin, red) di mana yang hadir adalah pejasbat Kepala Bidang. Ia belum bisa memastikan apakah sengketa ini bisa segera diputuskan. Yang jelas menurut dia, pembangunan dermaga ini harus segera dilanjutkan. Seharusnya terlepas dari hasil sengketa di BANI, proyek ini dilanjutkan saja. Karena tak maksimal upaya pemda menata kawasan ini melalui dana pinjaman kalau dermaga dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan.

Bagaimana dengan sisa material bangunan yang berserakan di Senggigi? Pihaknya belum bisa berbuat banyak karena ia sendiri tidak berani memindahkan sisa material. “Kami khawatir kalau memindahkan itu (sisa material) bisa kami dituntut,” katanya.

Kepala UPT Dermaga Senggigi, Noor Fazli mengatakan kondisi dermaga masih sepi. Karena memang kondisi Covid-19 ditambah lagi dermaga tak tuntas dikerjakan. “Saat ini masih sepi, bahkan dari Corona itu sudah sepi,” tuturnya.

Sebelumnya ada satu kapal yang beroperasi melayani lintasan Bali ke KLU dan Senggigi. Penumpangnya bisa mencapai 10-15 orang per harinya. Untuk menambah daya tarik di dermaga agar tidak terkesan mati, pihaknya bersama BBC menata Dermaga itu. Penataan dilakukan sejak dua bulan lalu. Semenjak ditata, banyak pengunjung lokal yang datang ke sini. “Mereka jalan-jalan dan mandi di pantai sekalian nikmati suasana dermaga dan Selfi,” kata dia.

Pihak BBC Senggigi, Budi Supriadi mengatakan pihaknya menata dermaga ini atas inisiatif komunitas anak pantai setempat. Karena melihat perkembangan perekonomian lokal terutama pelaku wisata dan PKL sejak pandemi menurun. Dari situ terfikir bagaimana menarik kembali tamu. “Sehingga kami membuat sesuatu (menata), buat tempat Selfi. Alhamdulillah dua minggu awal sudah dirasakan perubahan terutama yang jualan, lumayan ramai pengunjung,”jelas dia.

Selain menata kawasan ini, BBC sebenarnya fokus untuk membersihkan sampah plastik di bawah laut. Karena rata-rata mereka ahli menyelam. Selain itu, pihaknya akan menanam Terumbu Karang. Pihaknya menyiapkan ratusan media untuk menanam terumbu karang. (her)