Proyek Jembatan Lewa Mori di Bima Tunggu Pembebasan Lahan

Bima (Suara NTB) – Proyek pembangunan jembatan Lewa Mori, yang menghubungkan dusun Kalaki Desa Panda Kecamatan Palibelo dengan Desa Daru Kecamatan Bolo, masih mengambang, karena masih menunggu pembebasan lahan warga.

Kepala Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bima, Ir. Indra Jaya kepada Suara NTB, Kamis, 17 November 2016 mengatakan, proyek pembangunan jalan tersebut diusulkan pada tahun 2015 lalu.

Iklan

“Namun hingga sekarang belum terealisasi karena masih menunggu pembahasan lahan milik warga,” katanya.

Kata dia, pihaknya merencanakan mulai melakukan pendekatan dengan warga, agar mau membebaskan lahan mereka untuk pembangunan proyek tersebut pada Januari dan Februari tahun 2017 mendatang.

Menurut dia, panjang jalan tersebut 11 kilometer. Apabila 11 kilometer rata-rata dikalikan lima meter ada sekitar 50 hektar lahan yang akan dibebaskan.

“Soal pembayaran ganti rugi akan diatur dan diurus panitia proyek,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pada tahun 2017 pun jalan tersebut belum pasti dikerjakan. Pasalnya pemerintah pusat ingin melihat keseriusan pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa lahan tersebut telah dibebaskan.

“Prinsipnya pemerintah pusat tidak ingin melihat pembangunan ini ada masalah. Makanya mereka ingin melihat keseriusan kita,” terangnya.

Indra berpendapat, pembangunan jalan tersebut, untuk dijadikan jalan utama yang dilalui kendaraan umum, hingga mobil-mobil besar. Mengingat jalan yang dilalui selama ini, melewati depan kantor Bupati Bima di Godo Kecamatan Woha.

“Jalan itu bertujuan membuka akses perekonomian baru bagi warga,” pungkasnya. (uki)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional