Proyek Jalan Rp750 Miliar Tuntas Lelang

H. Sadimin (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) -Proyek percepatan jalan tahun jamak dengan pagu anggaran Rp750 miliar telah tuntas dilelang awal Desember lalu. Penandatanganan kontrak dengan rekanan juga sudah dilakukan pada minggu pertama dan kedua bulan Desember.

Proyek ini ditargetkan dapat tuntas dikerjakan selama 18 bulan atau sampai pertengahan tahun 2022. Sementara itu, ada dua proyek di APBD Perubahan 2020 yang berpotensi tidak tuntas dikerjakan rekanan pada bulan Desember ini, yaitu proyek pabrik pengeringan jagung (corn dryer) dan pabrik pakan yang dibangun di kawasan Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB Banyumulek Lombok Barat (Lobar).

“Proyek percepatan jalan sudah selesai lelang dan tandatangan kontrak, sekarang proses ngambil uang muka,” kata Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, Sadimin, S.T., M.T., dikonfirmasi akhir pekan kemarin.
Untuk tahun 2020, Pemprov mengalokasikan anggaran untuk proyek percepatan jalan tahun jamak sekitar Rp75 miliar. Kemudian, pada 2021, dialokasikan anggaran sekitar Rp280 miliar.

Sisanya, akan dialokasikn pada 2022.
Karena proyek multiyears, kata Sadimin, pengerjaannya bisa dipercepat. Namun, sesuai schedule, pengerjaannya selama 18 bulan. Artinya, pertengahan 2022, proyek percepatan jalan tersebut sudah rampung. “Waktunya cuma 18 bulan, sampai pertengahan 2022. Masa pemeliharaan enam bulan,” terangnya.

Melalui program percepatan jalan tahun jamak, diharapkan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa segera ditangani. Dengan luas wilayah 20.153,15 km2, NTB memiliki jalan provinsi sepanjang 1.484,43 km.

Terdiri atas jalan provinsi di Pulau Lombok sepanjang 528,26 km dan di Pulau Sumbawa sepanjang 956,27 km. Tingkat kemantapan jalan provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen. Itu artinya, masih terdapat 242,71 km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 km, jalan kerikil sepanjang 28,76 km, jalan tanah sepanjang 35,92 km serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 km. Selain itu, masih terdapat 138 unit jembatan dengan total panjang 4.371 meter yang berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun.

Sementara, terkait proyek yang pengerjaannya berpotensi tahun 2020, Sadimin mengatakan sekitar dua proyek. Yaitu, pembangunan corn drayer dengan anggaran sekitar Rp30 miliar lebih di STIPark. Kemudian, pembangunan pabrik pakan dengan anggaran sekitar Rp5 miliar lebih, juga di STIPark NTB.

“Tapi telat karena barangnya impor, mesinnya. Tapi estimasinya, Desember barangnya sudah datang. Jadi, tinggal pasang instalasi dan commisioning. Kemudian proyek pabrik pakan ternak di STIPark. Telat sedikit perkiraannya. Tapi tinggal instalasi saja,” terangnya.

Sadimin menjelaskan, proyek tersebut memang agak telat karena anggarannya di APBD Perubahan. Proyek itu selesai lelang sekitar bulan Oktober. “Tapi kalau pekerjaannya mudah, karena kayak gudang. Cuma menunggu mesinnya,” tandasnya. (nas)