Proyek Jalan 2017 di Sumbawa Barat Kini “Tambal Sulam”

Taliwang (Suara NTB) – Beberapa ruas jalan yang diperbaiki di tahun 2017, saat ini kondisinya “tambal sulam”. Bahkan saat ini tercatat sudah ada tiga ruas jalan yang mengalami hal yang sama (tambal sulam). Ruas jalan di desa Seminar Salit-Batu Melik, ruas Jalan Seloto-Taliwang, serta ruas jalan Taliwang-Fajar.

Kondisi ini tidak sebanding dengan besaran anggaran yang telah dikucurkan Pemkab Sumbawa sekitar Rp20 miliar. Hal ini harus segera ditangani, jika tidak dikhawatirkan kerusakannya akan semakin parah.

Iklan

“Harus kami akui bahwa beberapa ruas jalan yang rampung diperbaiki akhir tahun 2017 kini ada yang mengalami kerusakan berdasarkan hasil laporan dari masyarakat. Mulai dari aspal jalan yang terangkat dan retak, hingga jalan yang mulai ditambal sulam. Kendati demikian, kami tetap meminta kepada pihak kontraktor untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak ini,” ungkap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Penataan Ruang Pemukiman dan Perumahan (PRPP) Novrizal Zain Syah SE, belum lama ini.

Dikatakannya, ada beberapa alasan terkait kondisi jalan yang cepat rusak ini, salah satunya yakni faktor cuaca. Hal tersebut terjadi, karena perbaikan jalan di sejumlah ruas tersebut terjadi ketika musim penghujan. Sehingga pada saat penghamparan agregat lapis pondasi jalan, kadar air masih cukup tinggi dan membuat pengasapalannya tidak maksimal.

Sementara, terkait ruas jalan yang rusak tersebut, pihaknya tetap meminta kepada pihak kontraktor pelaksana untuk bisa memperbaikinya. Apalagi saat ini ruas jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan pihak kontraktor hingga delapan bulan kedepan. “Kami tetap akan meminta rekanan memperbaiki jalan yang rusak ini. Sehingga tidak ada lagi jalan yang rusak di Sumbawa Barat,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain masalah cuaca, hilir mudik kendaraan melebihi kapasitas jalan juga menjadi faktor lain. Artinya, banyak kendaraan-kendaraan yang tonasenya itu lebih daripada kemampuan jalan yang ada. Untuk itu, pihak terkait juga meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk bisa melakukan pengawasan bahkan bila perlu dilakukan razia jika ada kendaraan yang melebihi kapasitas. Hal ini menjadi atensi karena anggaran yang dibutuhkan tidaklah sedikit untuk bisa memperbaiki ruas jalan yang terbangun. Bayangkan saja, jika setiap tahunnya puluhan miliar di gelontorkan untuk jalan, maka untuk program yang lain tidak mendapatkan tempat untuk dilaksanakan.

“Kami meminta kepada semua pihak untuk bisa sama-sama menjaga jalan ini terutama Dishub untuk bisa melakukan razia terhadap kendaraan yang melebihi kapasitas jalan,” tandasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here