Proyek IGD Rumah Sakit Tripat Siap Diserahterimakan

Kondisi bangunan IGD RSU Tripat yang siap diserahterimakan dari kontraktor pada pemerintah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Tim PHO (Provisional Hand Over) proyek pembangunan IGD Rumah Sakit Tripat, Gerung, meninjau kesiapan proyek untuk lakukan serah terima. Rencananya PHO akan dilakukan sebelum batas kontrak berakhir pada 26 Desember mendatang. Sementara itu, proyek Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) belum tuntas 100 persen, karena baru mencapai 90 persen di waktu tersisa dua hari sampai tenggat waktu kontrak tanggal 25 Desember ini.

“Sekarang tim PHO sudah persiapan dan hari ini sudah mulai turun, paling ndak butuh dua hari lah mereka untuk mencermati,”  ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar,  Made Arthadana, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 23 Desember 2020.

Saat ini, progres proyek yang dibiayai dari pinjaman daerah di Bank NTB Syariah sebesar Rp 80 miliar, namun dengan nilai kontrak dari hasil lelang proyek sebesar Rp 76 miliar lebih tersebut sudah mencapai 100 persen.

Dengan waktu pengerjaan selama lima bulan. Yang dimulai sejak 24 Juli hingga 26 Desember mendatang. “Pengerjaannya lima bulan, sehingga sebetulnya untuk menyelesaikan proyek itu normalnya butuh waktu minimal delapan bulan dan paling ndak 13 bulan” sebutnya.

Made menuturkan, sebagai langkah manajemen waktu dalam peyelesaian proyek lima lantai tersebut agar dapat selesai sesuai target kontrak. Pihak rekanan pun membagi para tukang di sana dalam tiga sif per harinya. Bahkan itu mulai dilakukan dari awal sejak pengerjaan proyek hingga saat ini. “Sif pertama dari jam 08.00-16.00 Wita, sif ke-dua jam 17.00-22.00 Wita, terus itu dari jam 22.00 Wita sampai pagi jam 02.00 Wita mereka itu bekerja,” terangnya.

Ia menyebut keputusan PHO ada di tim yang bersangkutan dan memiliki kewenangan untuk menilai detail-detail progres proyek. Baru kemudian diputuskan apakah sudah layak untuk diserahterimakan. Made mengaku,  pihaknya optimis proyek IGD Rumah Sakit Tripat dapat dilakukan serah terima sebelum batas kontrak berakhir. Terlebih lagi jika dilihat kondisi fisik proyeknya yang sudah selesai.

Berbeda dengan proyek Kantor Dukcapil, progres senilai Rp 7,1 miliar baru ini mencapai 90 persen.  Namun demikian, pihak Dinas PUPR Lobar selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek kantor Dinas Dukcapil optimis, itu bisa selesai sesuai target kontrak. “Walaupun batas kontraknya akan berakhir pada 25 Desember mendatang. Di mana saat ini progresnya sudah mencapai angka 90 persen lebih. “Harapan kami semoga beberapa hari terakhir ini dia bisa mendekati posisi 100 persen, yang akan dievaluasi untuk 1-2 hari terakhir ini,”  harapnya.

Itu artinya, tambahnya, akan dilihat pada tanggal akhir kontrak nanti, bagaimana progres akhirnya. Sebelum pihaknya mengambil sikap sesuai mekanisme yang berlaku, apakah bisa untuk dilakukan serah terima, atau justru perlu dilakukan adendum. “Sisanya ini tentunya nanti berapa posisi terakhir, nah sisanya ini nantinya kalau memang tidak bisa 100 persen, ya kita kembali ke mekanisme yang ada (adendum)” jelasnya.

Ia menyebutkan, jika pada batas kontraknya nanti masih ada sisa proyek, maka kontraktor akan diberi kesempatan untuk menyelesaikannya dalam 50 hari kerja. Dengan mekanisme ketentuan denda. “Kita akan lihat dari hasil evaluasi apakah nanti secara fisik, volume, sudah bisa dikatakan 100 persen. Atau kalau ada sisa itu bisa masuk dalam kategori masa pemeliharaan apa tidak, jadi bisa nanti kita 100 persen,” ujarnya. (her)