Proyek Gedung RSUD Kota Mataram Diprediksi Molor

Pekerja sedang mengebut pengerjaan gedung rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram, Jumat (21/12). Proyek ini sedang finishing hingga 26 Desember pekan depan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Bagian Layanan Pengadaan Setda Kota Mataram telah melakukan pemantuaan terhadap pengerjaan proyek fisik dikerjakan tahun 2018. Dua pekerjaan dikhawatirkan molor. Yakni, gedung rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram dan proyek gerbang di Jalan Lingkar Selatan.

Sesuai kontrak, rekanan memiliki waktu sampai 26 Desember pekan depan untuk menyelesaikan pekerjaan. Gedung rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram dikerjakan oleh PT. Metro Lestari Utama dengan nilai kontrak sekitar Rp16,7 miliar dari pagu anggaran Rp18,2 miliar.

Iklan

Sementara, pengerjaan gerbang di Lingkar Selatan nilai pagunya Rp6 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT. Tunggal Ika Kon dengan nilai kontrak Rp5,9 miliar lebih. Rekanan memiliki waktu sampai tanggal 26 Desember pekan depan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan Ir. Moh. Suryadi menyampaikan, beberapa proyek fisik seperti Kantor Badan Keuangan Daerah (BKD) telah diserahterimakan. Pekerjaan ini sempat molor. Dan, rekanan telah dikenakan denda. Demikian juga proyek fisik monumen Mataram Metro.

Di satu sisi, ia mengkhawatirkan dua proyek fisik lainnya, gedung rehabilitasi medik dan gerbang di Lingkar Selatan. Dua proyek ini akan berakhir tanggal 26 Desember pekan depan. Dan, pekerjaan diprediksi molor. “Kemungkinan kalaupun molor paling lama seminggu,” kata Suryadi dikonfirmasi, Jumat (21/12).

Dijelaskan, pengerjaan gerbang menggunakan bahan pabrikan. Perakitannya di jalur padat kendaraan, sehingga perlu kehati – hatian. Sedangkan, rehabilitasi medik diklaim tinggal finishing. Setelah dikroscek pekerjaan deviasi plus satu. “Kalau RSUD tinggal finishing saja,” cetusnya.

Meskipun demikian, rekanan diminta mempercepat pekerjaan. Keterlambatan sisa pekerjaan dikenakan sanksi denda sesuai aturan.

Terkait penghematan anggaran dari tender proyek, Suryadi tidak menyebutkan. Yang jelas kata dia, ada efisiensi anggaran dalam pengadaan barang dan jasa. “Datanya ada di kantor. Lupa saya,” jawabnya. (cem)