Proyek Dermaga Senggigi, Pemda Lobar Usulkan Rp5,5 Miliar

H. Baehaqi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar)  mengajukan anggaran Rp5,5 miliar untuk membiayai kelanjutan proyek Dermaga Senggigi yang mangkrak, karena putus kontrak. Anggaran Rp 5,5 miliar lebih akan diusulkan Pemkab kepada DPRD Lobar agar mendapat persetujuan untuk kelanjutan pembangunan di 2022 mendatang.

“Kelanjutan dermaga Senggigi sebagai salah satu penunjang falitas wisata Senggigi. Pemda Lobar berkomitmen tetap akan berupaya melanjutkannya,” ungkap  Sekda Lobar, H. Baehaqi ketika paripurna tanggapan kepala daerah atas pertanyaan DPRD terkait Laporan Pertanggungjawaban Kepala Daerah atas Anggaran 2020 di DPRD Lobar, Rabu, 9 Juni 2021.

Iklan

Menurutnya berdasarkan kajian dan perhitungan serta menimbang ketetapan hukum yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub), sehingga anggaran Rp 5,5 miliar lebih itu yang diusulkan kepada tim TAPD.

Sebelumnya, Bupati Lobar H. Fauzan Khalid mengungkapkan jika kelanjutan Dermaga Senggigi itu masuk dalam perencanaan SIPD 2022. Namun ia mengatakan meski masuk dalam SIPD pihaknya akan melihat juga kemampuan anggaran daerah untuk tahun itu.

Menanggapi terkait rencana usulan kelanjutan dermaga itu, kalangan DPRD terutama Badan Anggaran (Banggar) akan mendiskusikan dan mengkaji. Di samping melihat dari sisi keadilan anggaran, manfaat, dan kepastian. “Sehingga apapun nanti tanggapan atau jawaban eksekutif kita akan diskusikan di tingkat di DPRD, dalam hal ini teman-teman Banggar, kira-kira langkah terbaik,” terang Anggota Banggar DPRD Lobar, Abu Bakar Abdullah.

Menurut politisi PKS itu, rencana usulan Rp 5 miliar oleh eksekutif itupun masih secara umum belum terperinci. Nantinya hal itu yang akan dibedah pihaknya untuk mengetahui untuk apa saja Rp 5 miliar itu dalam kelanjutan Dermaga Senggigi.

Maklum saja jika melihat pembangunan Dermaga Senggigi sebelumnya sebesar Rp 7,2 miliar, usulan kelanjutan Rp 5,5 miliar terbilang besar, karena mendekati anggaran sebelumnya.“Untuk apa uang Rp5 miliar ini, harus dijelaskan. Ini harus dibedah dulu, karena kalau meminta tambahan uang harus jelas juga, supaya penggaran ini tempat sasaran dan manfaatnya buat masyarakat,” jelasnya.

Ia pun setuju permasalahan Dermaga Senggigi ini memang harus segera dituntaskan. Sebab pihaknya tidak ingin bangunan itu justru menjadi monumen yang tak bisa dimanfaatkan masyarakat. Sehingga Anggota komisi II itu mengatakan harus ada target waktu untuk bisa segera menyelesaikan dermaga itu. Pihaknya tidak ingin kejadian mangkraknya dermaga itu kembali terulang kembali. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional