Proyek DAK Selesai Tepat Waktu

Lapak Kuliner Taman Wisata Loang Baloq di Kelurahan Tanjung Karang rampung 95 persen. Rekanan masih memiliki waktu sampai 6 Desember untuk menuntaskan pekerjaan. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kecepatan pengerjaan proyek di Lingkup Pemkot Mataram patut diapresiasi. Sejumlah pekerjaan fisik yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) selesai tepat waktu. Kendati demikian, kualitas pekerjaan menjadi prioritas.

Di antaranya, pengerjaan bangunan Mataram Craft Center (MCC) dikerjakan dengan nilai kontrak Rp1,05 telah rampung 100 persen dan menunggu serah terima pekerjaan. Peningkatan kualitas Jalan Dakota senilai Rp2,3 miliar dengan nilai kontrak Rp1,7 miliar lebih juga telah rampung dan segera serah terima pekerjaan. Sedangkan, lapak kuliner di Taman Wisata Loang Baloq dengan nilai kontrak Rp1,6 miliar. Progres fisik pada  Kamis pekan kemarin mencapai 8,5 persen. Rekanan memiliki sampai 6 Desember untuk menyelesaikan.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menyampaikan, progres pekerjaan fisik yang sumber anggarannya dari DAK hampir rampung 100 persen. Seperti, perbaikan gedung pusat pertokoaan atau MCC telah selesai dikerjakan oleh rekanan. Demikian pula, peningkatan jalan Dakota rampung. Dua pekerjaan fisik ini segera diserahterimakan.

Sementara, bangunan lapak kuliner di Loang Baloq, Kelurahan Tanjung Karang belum diterima laporan. Progres pekan kemarin sudah mencapai 85 persen. “Informasinya mau finishing lapak kuliner itu. Hari ini saya belum terima laporan,” kata Mahmuddin ditemui, Senin, 30 November 2020.

Pengerjaan lapak kuliner memang menjadi sorotan. Tetapi rekanan menunjukkan keseriusannya menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Sisa waktu pengerjaan satu pekan atau berakhir tanggal 6 Desember. Apabila terjadi keterlambatan, rekanan diberikan waktu sampai 31 Desember dengan konsekuensi dikenakan denda. “Kalau sampai 31 Desember belum selesai juga. Berapa progres pekerjaan itu yang dibayarkan,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menyampaikan, progres pekerjaan fisik lapak kuliner diperkirakan mencapai 95 persen. Laporan terakhir tanggal 26 November realisasi pekerjaan mencapai 85 persen. Saat ini, rekanan sedang menyelesaikan bagian kecil saja. “Perkiraaan saya hari ini sudah 95 persen. Karena tinggal finishing saja,” tandasnya.

Untuk pemanfaatan lapak kuliner dijadwalkan pada Januari 2021 mendatang. Mekanisme penunjukan pedagang dan teknis lainnya akan diatur bersama camat dan lurah. Pedagang harus mengetahui hak dan tanggungjawab mereka ketika menempati lapak tersebut. “Nanti kita susun juklak – juknisnya dulu,” demikian kata dia. (cem)