Proyek Bibit Cabai Diduga Bermasalah di Kelompok Tani

0

Mataram (Suara NTB) – Bantuan bibit cabai dan dalam bentuk lain senilai Rp4 miliar pada Pemkot Mataram sedang diusut Sat Reskrim Polres Mataram.  Setelah turun tahun 2017 lalu batuan ini diduga bermasalah di tingkat petani.

Informasi diperoleh Suara NTB Senin, 2 Juli 2018, bantuan bibit itu hanya salah satu item yang sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pertanian Kota Mataram.

IKLAN

Rinciannya, kontrak pengadaan cabai dengan CV. DD senilai Rp 344.750.000,  untuk pengadaan plasik mulsa dimenangkan oleh CV GF senilai Rp 746.809.092 dan untuk pengadaan pupuk organik dimenangkan CV S senilai Rp 344.929.092. Tiga item yang ditender,  selebihnya dilakukan dengan Penunjukan Langsung (PL). Sehingga nilai akumulasi menjadi Rp4 miliar.

Semua bantuan terdistribusi kepada 16 kelompok tani di Kota Mataram. Standar bantuan didasarkan pada luas lahan yang diusulkan, paling minim 2 hektar dan paling luas 10 hektar. Sesuai dokumen kontrak, bantuan harus didistribusikan paling lambat hingga 29 Mei 2017.  Namun ada dugaan total alokasi bantuan untuk 100 hektar itu tidak terpenuhi karena lahan pertanian seluas itu tidak tercapai di Mataram.

Polres Mataram masih melakukan pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan (puldata dan pulbaket) kasus ini. Namun dalam waktu dekat, penyidik Sat Reskrim akan mengagendakan  gelar perkara, untuk kemungkinan kasus dinaikkan ke penyelidikan.

“Nanti akan gelar perkara khusus setelah pengamanan Pilkada. Selesai ini (Pilkada), baru fokus ke penanganan korupsi,” kata Kapolres Mataram, AKBP Muhammad,SIK, Senin, 2 Juli 2018.

Sejauh ini penyidik Sat Reskrim menurutnya masih memperdalam keterangan saksi dan melengkapi dokumen dokumen yang diperlukan. (ars/why)