Proyek Bangunan Utama Pabrik Penggilingan Padi Modern Terlambat

Pengerjaan bangunan pendukung MRMP. Proyek bangunan utama ini terlambat dikerjakan karena adanya perubahan tata letak.(Suara NTB/Kabulog Sumbawa)

Sumbawa Besar (Suara NTB)– Pabrik penggilingan padi modern atau Modern Rise Milling Plant (MRMP) di Sumbawa tengah berproses. Saat ini di lapangan sudah dilakukan pengerjaan pagar keliling dan beberapa bangunan pendukung. Hanya saja untuk bangunan utama terlambat dikerjakan karena adanya perubahan tata letak (layout).

“Ada mundur dari rencana awal. Seharusnya bulan ini sudah dikerjakan main building (bangunan utama). Tetapi karena ada perubahan layout menjadi terlambat pengerjaannya,” kata Kepala Perum Bulog Sub Divre Sumbawa, Kurnia Rahmawati, STP, Minggu, 27 Desember 2020.

Dijelaskannya, untuk mempercepat progres, saat ini di lapangan sudah dilakukan pekerjaan pemagaran pagar keliling dan bangunan pendukung seperti pembangungan ruang tunggu sopir dan pembangunan rumah dinas. Sambil menunggu mobilisasi tiang pancang untuk dilakukan pemancangan pondasi silo. “Sudah unloading peralatan untuk tiang pancang. Tinggal menunggu mobilisasi tiang pancang. Insya Allah minggu depan sudah bisa dilakukan pemancangan pondasi silo,” terangnya.

Progres hingga minggu ke-18 ini, ungkapnya, baru mencapai 0,053 persen dari target 3,89 persen. Rendahnya progres ini lantaran belum dilakukannya pemancangan. Karena sebelumnya ada kapal yang salah sandar di Pelabuhan Badas, sehingga kapal pengangkut tiang pancang belum bisa masuk untuk sandar. “Proses pemancangan itu sangat mempengaruhi persentase progres. Setelah material datang siap dikerjakan. Di site hari ini tetap bekerja, tidak mengenal hari libur,” lanjut Nia.

Diketahui, untuk bangunan utama MRMP nantinya terdapat 3 unit silo, penggilingan padi modern, dan 4 unit dryer atau pengering. Sedangkan bangunan pendukung yakni kantor, rumah dinas, mess, musala, ruang tunggu sopir dan parkiran. (ind)