Provinsi dan APBD Dompu Dukung Program KRPL

Dompu (Suara NTB) – Penganekaragaman konsumsi pangan untuk meningkatkan gizi keluarga menjadi salah satu program prioritas di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu. Keberadaan program kawasan rumah pangan lestari (KRPL) bertujuan untuk mendukung program prioritas Dinas. Program ini tidak hanya didukung Kementerian melalui dana Dekon, tapi juga didukung pemerintah Provinsi dan Kabupaten.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs. Burhanuddin melalui kepala bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammd Fagih, S.Pt kepada Suara NTB di ruang kerjanya mengungkapkan, pada tahun 2018 ini ada 4 Desa yang disuport melalui anggaran Provinsi untuk program KRPL. Yaitu Desa Katua, Desa Dorebara, Desa Cempi Jaya, dan Desa Nangakara dengan alokasi anggaran per kelompok Rp42,5 juta.

Iklan

“Cuman bedanya, kalau dana Dekon itu ditransfer ke rekening kelompok. Anggaran provinsi, semuanya dalam bentuk barang,” katanya.

Selain itu, program KRPL yang didanai provinsi dinamai tancap gas (tanam cabe dengan unggas) dan ini juga membedakan dengan program pusat. Setiap kelompok tidak hanya mengembangkan tanaman untuk lahan pekarangan, tapi juga diintegrasikan dengan budidaya unggas. “Nanti masing – masing anggota kelompok akan diberi 10 ekor bebek, sehingga per kelompok sebanyak 250 ekor,” ungkapnya.

Program yang sama juga dilakukan tahun 2017 yang didanai pemerintah Provinsi, hanya saja jumlahnya hanya 2 kelompok di 2 Desa yaitu Desa Cempi Jaya dan Kampasi Meci. “Program ini akan tetap dilaksanakan dengan mendukung warga. Kelompok kita berharap menjadi penggerak dan bisa diikuti oleh warga masyarakat lain,” terangnya.

Kepala bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Kabupaten Dompu, Muhammd Fagih, S.Pt.

Melalui dana APBD Dompu juga dianggarkan untuk program yang sama sebanyak 15 kelompok di 15 Desa. Diantara kelompok yang didorong melalui APBD Dompu tahun 2018 ini seperti kelompok Padasa di Kelurahan Bali 1, dan kampung pelangi di Kelurahan Dorotangga untuk Kecamatan Dompu.

Selain Kecamatan Dompu, kecamatan Woja, Huu dan Manggeelewa juga menerima program yang sama dari dana APBD Dompu. “Untuk APBD Dompu hanya untuk pembelian bibit dan pembuatan kebun bibit,” katanya.

Baik program yang didanai melalui dana Dekon, APBD Provinsi atau APBD Dompu dipastikan tidak ada yang tumpang tindih. Baik tahun 2018 atau kelompok yang sudah menerima program yang sama tahun 2017 lalu. “Kalaupun sama Desa-nya, beda kelompoknya,” tegasnya.

Semakin banyaknya kelompok yang didukung untuk program kawasan rumah pangan lestari, Fagih berharap, akan semakin menyadarkan masyarakat akan potensi lahan pekarannya.

Selama ini, lahan pekarangan jarang dioptimalkan untuk kebutuhan pangan hari – hari keluar. Sehingga banyak pengeluaran keluarga dari kebutuhan sayur mayur dan kebutuhan ini sering kali diimport dari daerah lain seperti dari Kabupaten Bima dan daerah Lombok.

“Kalau KRPL bisa optimal, justru keluarga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pemanfaatan lahan pekarangannya,” ungkapnya. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here