Provinsi Beri Lampu Hijau, Pelaku Wisata di Lobar Siap Songsong Kenormalan Baru

Rapat daring yang diadakan Dispar terkait wacana pembukaan tempat wisata di Lobar. (Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) – Selain tiga kawasan pariwisata yang dibuka menuju kenormalan baru, Pemprov NTB memberikan peluang untuk kawasan lainnya. Lombok Barat (Lobar) juga kemungkinan besar masuk sebagai salah satu daerah tersebut. Hal ini menyusul pernyataan kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L Faozal yang mendorong Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid untuk mulai membuka tempat wisata yang ada di Lobar.

Hal ini disampaikan Faozal saat melakukan konferensi virtual yang diadakan Dinas Pariwisata Lobar, Selasa, 9 Juni 2020. Pertemuan daring yang dipandu oleh kepala Dispar Lobar H Saepul Ahkam tersebut diikuti 65 peserta. Terdiri dari unsur OPD, DPRD, pengusaha hotel, pengelola tempat wisata, pelaku wisata, akademisi dan pihak terkait lainnya.

Iklan

Menurutnya kawasan wisata yang ada Lobar, sudah waktunya untuk dibuka. Tentunya sebelum dibuka diharapkan Pemkab Lobar membentuk payung hukum dan regulasi yang bisa dijadikan sebagai acuan ketika Pemkab akan membuka tempat wisata tersebut.”Sudah saatnya kawasan pariwisata di Lobar bersiap untuk dibuka,” kata Faozal.

Untuk menghidupkan kembali kawasan bisnis dan tempat wisata yang ada di kawasan Senggigi, Faozal mengajak Dinas Pariwisata Lobar untuk bertemu langsung dengan para pelaku usaha bisnis yang ada di kawasan Senggigi. Pihaknya meminta untuk bisa dipertemukan dengan pelaku usaha di kawasan Senggigi, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, menjaga jarak,dan dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Tujuan pertemuan tersebut untuk membuat formulasi skema pengembangan pariwisata Senggigi.

Dinas Pariwisata melihat ada tiga kawasan wisata yang sangat siap untuk dibuka di wilayah Lobar. Tiga kawasan tersebut yaitu kawasan Senggigi, kawasan wisata Narmada dan di Kawasan wisata Sekotong. Untuk di Taman Narmada, menurut Faozal agar wisata kawasan Narmada dibuka. Dari provinsi akan memberikan stimulasi untuk destinasi wisata di Narmada. Caranya nanti dari tim market pariwisata yang ada di Dinas Pariwisata Provinsi akan turun ke kawasan Narmada. Kawasan yang lainnya yaitu kawasan Sekotong, ia melihat potensi wisata yang ada di Sekotong sangat penting untuk segera dihidupkan, terutama sejumlah gili yang ada di kawasan tersebut.” Gili yang ada di kawasan Sekotong harus segera juga kita aktifkan kembali,” sarannya.

Dalam webinar yang diikuti anggota DPRD dan hampir semua pelaku pariwisata serta tempat hiburan terzebut setuju dengan wacana kenormalan baru atau new normal. Anggota DPRD Lobar, Munawir Haris mengatakan pelaku wisata siap menuju new normal. “Tapi yang perlu saya tekankan pentingnya kesepakatan bersama soal protokol di tempat wisata,”ujarnya.

Jangan sampai bertentangan dengan aturan tentang penerapan protokol covid-19. Pelaku wisata sendiri siap membuka usaha untuk menghidupkan kembali tempat wisata. Seperti yang disampaikan oleh pelaku tempat wisata di kawasan Senggigi, bahwa mereka siap untuk melaksanakan new normal, dengan siap menjalankan protokol kesehatan.” Kami siap untuk menjalankan protokol kesehatan, dalam menghidupkan pariwisata di Kabupaten Lombok Barat, ungkap perwakilan salah satu tempat hiburan di Senggigi.

Begitu juga dengan yang disampaikan oleh Jurjani, dari Pokdarwis Batu Layar. Ia meminta agar new normal harus secepatnya dilakukan di Lobar sehingga dengan begitu, akan bisa membangkitkan kembali kawasan wisata yang ada di Senggigi.” Kami dari Pokdarwis berharap secepatnya dibuka semua kawasan pariwisata tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” sarannya.(her)