Protes Terkait JPS Gemilang Dipicu Miskomunikasi

Aksi protes yang dilakukan kelompok pemuda Karijawa di depan kantor Lurah, Kamis, 30 April 2020.(Suara NTB/hms Polres Dompu/ula)

Dompu (Suara NTB) – Sejumlah warga Karijawa Dompu memprotes bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di depan kantor lurah Karijawa pada Kamis, 30 April 2020 malam. Aksi itu diduga dipicu oleh adanya warga penerima bantuan yang ditarik kembali bantuannya oleh pihak Kelurahan hingga berkembang kabar bantuan tersebut dibawa ke Desa lain dan tidak transparannya penerima bantuan.

Seorang warga Karijawa Dompu yang tercatat sebagai penerima JPS Gemilang dan bantuan yang didistribusikan, Kamis, 30 April 2020 juga sudah diterimanya berupa berat 10 kg dan telur ayam ras sebanyak 20 biji. Namun, bantuan tersebut ditarik kembali oleh pihak Kelurahan Karijawa karena istri warga tersebut tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) pusat.

Iklan

“Kami menarik bantuan yang sudah diterima ini kemungkinan menjadi pemicu aksi protes. Kita menarik bantuan JPS Gemilang karena ini tercatat sebagai calon penerima bantuan tunai pusat, tapi atas nama istrinya,” kata Lurah Karijawa, Yahya, S.Sos kepada Suara NTB yang didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Dompu, M. Iksan, SST, MM di kantor Lurah, Jumat, 1 Mei 2020.

Keputusan mencoret dari data penerima JPS Gemilang atas saran tim Dinas Sosial Kabupaten Dompu. Ketika dicoret dari data penerima bantuan pusat, dikhawatirkan tidak akan pernah ada lagi bantuan pusat lainnya yang akan diterima warga tersebut. Karena JPS Gemilang hanya bantuan pangan non tunai selama 3 bulan.

“Bantuan yang ditarik dari warga ini kita rencananya mau diganti dengan anaknya yang sudah berkeluarga. Bantuan yang ditarik masih ada kita simpan di kantor Lurah,” ungkapnya.

Sebanyak 125 orang warga Karijawa tercatat dalam data calon penerima BST Pusat. Data itu diterima pihak kelurahan Karijawa pada Rabu, 29 April 2020 tanpa disertai surat pengantar yang harus dilakukan Lurah. Data ini diketahui sebagai calon penerima BST pusat pada Kamis, 30 April 2020 dan pihak kelurahan diminta melakukan verifikasi lapangan agar data tidak tumpang tindih serta menggantinya bila ada warga yang sudah meninggal dengan mengacu pada Basis Data Terpadu (BDT).

“Data ini kami harus rampungkan hari ini (Jumat, 1 Mei 2020). Tenaga operator kami sampai drop dan sekarang sedang diopname di rumah sakit,” kata Yahya.

Berbeda dengan data calon penerima JPS Gemilang, diterima kelurahan Karijawa sejak pekan kedua April 2020 dan dilengkapi pengantar yang harus dilakukan pihak kelurahan. Ada 31 nama dari 71 orang calon penerima JPS Gemilang. Pihak Lurah diminta verifikasi 31 nama yang dikirim Pemprov sebagai calon penerima JPS Gemilang dan menambahkan 40 nama calon penerima melalui musyawarah Lurah dengan mengacu pada BDT.

Walaupun belum disebutkan nama, Pemprov memberikan catatan pekerja formal dan informal yang bisa dimasukan sebagai penerima bantuan. Seperti tenaga kesehatan yang membantu ruangan Covid, pekerjan transportasi (ojek, sopir dan kondektur), IKM, pekerja pariwisata, buruh migran, peternak, PKL/pedagang asongan, dan ODP/PDP Covid 19.

Sementara dari 31 nama yang dikirim Pemprov, ditemukan 9 nama penerima program PKH, 2 nama penerima BPNT, dan 1 orang meninggal dunia. “Musyawarah masyarakat kami lakukan 14 April 2020 memutuskan calon penerima JPS Gemilang,” katanya.

Untuk calon penerima BLT Terpijar Kabupaten, Yahya mengaku, sudah mengajukan nama penerimanya. Karena banyak calon penerima tidak termasuk dalam BDT, sehingga dikembalikan. “Sekarang kita lakukan sambil memverifikasi basis data terpadu. Makanya kami minta KK itu untuk dimasukkan dalam basis data terpadu,” katanya.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Dompu, M Iksan, SST, MM yang mendampingi Lurah Karijawa menegaskan, tidak ada penyelewengan bantuan dan ini lebih kepada miskomunikasi. “Coba ditanyakan baik-baik ke Lurah, tidak sampai ada aksi protes. Tapi ini jadi pembelajaran, karena bantuan yang turun ini baru dari JPS Gemilang. Agar tidak terulang pada bantuan berikutnya, diperbaiki saja komunikasinya,” kata Iksan yang juga warga Karijawa ini. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional