Proklamirkan Diri jadi Calon Kepala Daerah, Bupati Lotim Ancam Copot Kepala OPD

H. M. Sukiman Azmy. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy., bakal mengambil tindakan tegas para pembantunya dalam hal ini kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama kepala OPD yang dinilainya tak konsentrasi menjalankan tupoksinya sebagaimana mestinya. Apalagi kepala OPD tersebut sibuk memproklamirkan diri sebagai kepala daerah untuk Pilkada yang akan datang.

Menurut bupati, pemilihan kepala daerah masih lama yaitu pada tahun 2024. Untuk masa jabatannya sebagai bupati tersisa tiga tahun atau berakhir pada tahun 2023. Maka dari itu, sangat salah tindakan yang diambil oleh pejabat atau ASN yang saat ini sibuk menyosialisasikan diri sebagai kepala daerah dan menelantarkan apa yang menjadi tanggung jawabnya.

Iklan

“Nanti kita akan beri jabatan pejabat yang kira-kira jabatan itu tidak menyibukkannya. Kalau ada ASN yang memproklamirkan dirinya menjadi calon. Itu belum waktunya,”tegas bupati, Senin, 13 Juli 2023.

Ia menekankan, seorang pejabat yang dipercayakan menduduki suatu jabatan diharapkan dapat menjalankan amanah sebaik-baiknya. Terutama menjalankan suatu program-program strategis yang dapat bermanfaat bagi masyarakat. Namun apabila pejabat tersebut justru sibuk menyosialisasikan diri, tindakan itu sangat disayangkannya dan sangat perlu untuk dievaluasi. “Nanti kita lihat. Kita evaluasi pejabat tersebut. Intinya tidak jadi Kadis lagi,”ungkapnya.

Diketahui, Pemda Lotim pada minggu ini akan melakukan mutasi sejumlah pejabat. Beberapa proses sudah dilakukan mulai dengan pelaksanaan uji kompetensi yang diikuti oleh 35 pejabat di Kabupaten Lotim. Hasil uji kompetensi itupun sudah dikantongi bupati dan disampaikan ke KASN dan Kemendagri untuk meminta persetujuan.

Bupati mengatakan, dari hasil uji kompetensi itu sudah dirumuskan berdasarkan kelayakan dan bidang keilmuannya yang diusulkan ke KASN dan Kemendagri. Dari 35 itu, bupati berharap tidak ada pejabat yang nonjob, melainkan lebih kepada memposisikannya sesuai kapasitas atau kemampuan pribadinya.
Misalnya ada pejabat yang bisa menulis, namun tidak bisa di lapangan. Sebaliknya bisa di lapangan namun tidak bisa menulis. Inilah yang kemudian disesuaikan agar roda pemerintah berjalan lebih baik. Bupati meyakini bahwa hasil dari uji kompetensi itu cukup objektif. Apalagi disisa kepemimpinannya yang tiga tahun, Sukiman mengaku pembangunan harus lebih cepat dengan hadirnya pejabat-pejabat yang berkompeten di bidang keilmuannya. (yon)

  Pemda Lotim Diminta Tak Klasterisasi Kunjungan Wisatawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here