Prokes Wajib Selama Ramadhan

Nasrullah. (Suara NTB/bay)

PELAKSANAAN Ramadhan 1442 Hijriyah tahun ini dilakukan dengan beberapa pelonggaran aktivitas masyarakat dibanding Ramadhan tahun sebelumnya. Kendati demikian, dengan masih berlangsungnya pandemi coronavirus disease (Covid-19) sampai saat ini seluruh ibadah yang dilaksanakan secara komunal diharapkan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Lurah Pagutan Barat, Nasrullah menyebut penerapan prokes selama ibadah komunal seperti salat tarawih dan tadarus Qur’an yang jamak dilakukan selama Ramadhan tersebut hukumnya wajib. “Ini sudah kita sosialisikan, kita bersurat ke pengurus masjid dan masing-masing lingkungannya supaya mengurangi kapasitas misalnya dari 100 persen jadi 50 persen,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis, 15 April 2021.

Iklan

Menurutnya, anjuran wajib prokes selama Ramadhan tersebut dibutuhkan untuk menekan potensi penularan virus yang masih terjadi. Selain itu, penerapan prokes juga menjadi jaminan bagi masyarakat agar dapat tetap menjalankan ibadah secara komunal sambil meminimalisir potensi penularan.

“Karena di Pagutan Barat kasusnya memang masih ada, walaupun sudah menurun,” ujar Nasrullah. Berdasarkan catatan pihaknya, pada Maret lalu dua orang warga terkonfirmasi positif dan saat ini sudah sembuh. “Kalau April ini ada yang meninggal satu terakhir kemarin. Karena itu kalau zonasi per-RT memang masih ada yang kuning dan ada yang oranye,” sambungnya.

Di sisi lain, respon masyarakat terhadap aturan tersebut diakuinya masih beragam. Dicontohkan masyarakat yang tinggal di beberapa perumahan yang ada memberikan respon positif dengan mematuhi aturan-aturan penerapan prokes yang telah ditentukan tersebut.

“Cuma kalau yang di perkampungan tradisional ini yang masih sedikit sulit,” jelas Nasrullah. Untuk itu, pihaknya bersama Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan terus melakukan edukasi agar masyarkaat memiliki kewaspadaan terhadap potensi penularan virus, salah satunya dengan mematuhi aturan yang ada.

Merujuk pada Surat Edaran (SE) Walikota Mataram Nomor 113/Bks-Pol/IV/2021 tentang Panduan Pelaksanaan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah, aturan yang dimaksud antara lain kegiatan sahur dan buka puasa lebih baik dilakukan di rumah masing-masing untuk menghindari kerumunan, semua kegiatan Ramadhan dilakukan dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau musala.

Selain itu masyarakat diwajibkan menerapkan prokes ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman 1 meter antar jamaah, dan membawa alat salat masing-masing dengan pembatasan jamaah hanya bagi warga lingkungan setempat. Seluruh masjid atau musala juga diwajibkan melakukan pengawasan terhadap penerapan prokes tersebut, termasuk melakukan penyemprotan disinfektan secara berkala, menyediakan tempat cuci tangan, dan lain-lain.

“Karena covid ini masih ada, kita harus tetap waspada. Kita berharap semoga semua ini cepat selesai, dan semoga tidak ada penambahan kasus selama Ramadhan ini,” tandas Nasrullah. (bay)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional