Progres Vaksinasi Guru di Lobar Capai 50 Persen

Hj. Nurul Adha (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres vaksinasi guru di Lombok Barat baru mencapai 50 persen atau sekitar 5.000 orang, dari target 10 ribu semua guru di Lobar mulai dari jenjang pendidikan usia dini hingga SMA sederajat. Masih rendahnya capaian vaksinasi guru ini disebabkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) lamban memasukkan data.

“Guru yang divaksin di Lobar sudah hampir 5 ribu atau 50 persen, dari jumlah 10 ribu,” jelas Kepala Bidang Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan Lobar, Senin, 2 Agustus 2021.  Padahal, kata dia, vaksinasi guru dilakukan lebih awal ketika puasa lalu, dibanding lansia. Hanya saja dari sekian banyak dosis vaksin yang disiapkan untuk guru tidak banyak dipakai, sehingga itu diarahkan ke warga. Justru di saat kondisi vaksin limit, para guru ini akan divaksin perlu menunggu kesediaan vaksin.

Iklan

Diakuinya,  jumlah guru yang disasar bertambah. menyusul data penambahan sasaran guru yang perlu divaksin dari SMA sederajat divaksinasi di masing-masing daerah. Saat ini, pihaknya fokus untuk vaksin dosis kedua. “Untuk dosis kedua ini juga sudah hampir 50 persen hampir 2 ribu orang,” sebutnya.  Diharapkan vaksinasi bisa berjalan lancar pada Agustus ini.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj. Nurul Adha mengatakan pihak Dewan terus mendorong agar vaksinasi guru dan tenaga kependidikan. “Harus dipastikan, para guru 100 persen divaksin,”jelasnya.

Pihaknya juga meminta Dikbud melakukan koordinasi intens dengan Dikes. Seharusnya OPD meminta semua kepala sekolah mendata guru untuk divaksin. Di sini kata dia butuh kerjsama. “Bahkan bila perlu kalau ndak mau vaksin guru jangan suruh masuk,” sarannya.

Salah satu guru di Lobar yang sudah divaksin Siti Aisah, S.Pd., mengaku senang sudah menerima vaksin dari pemerintah. Dengan sudah mengikuti vaksinasi, baik vaksinas dosis pertama atau dosis kedua, dirinya tidak khawatir bepergian kemana saja. Apalagi saat mulai penerapan PPKM Darurat hingga PPKM Level 4, perjalanannya dalam mengajar tidak ada masalah.

Diakuinya, untuk menuju lokasi sekolah yang berada di Lobar dan rumahnya di Kota Mataram harus melalui jalan yang ada penyekatannya. Namun, dengan menunjukkan bukti sudah divaksin, dirinya tidak masalah dalam perjalanannya. ‘’Jadi tinggal tunjukkan bukti vaksinasi saja kita sudah bisa lewat,’’ ujarnya seraya mengajak guru-guru yang lain jangan takut untuk divaksinasi. (her/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional