Progres Vaksinasi di Lobar Naik 40 Persen

Vaksinasi gencar dilakukan di Lobar. Pemda mengharapkan stok vaksin segera didistribusikan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Progres vaksinasi di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) naik 40 persen lebih. Setelah lima hari pelaksanaan Serbu Vaksin sebagai langkah percepatan yang dilakukan sejak 30 September lalu.  Vaksinasi massal gencar dilakukan di seluruh kecamatan. Namun vaksinasi ini kembali terkendala stok vaksin yang kosong.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr.H. Ahmad Taufik Fathoni, menjelaskan, dalam kurun waktu vaksinasi massal beberapa hari terakhir sebanyak 56 ribu dosis vaksin yang sudah dipergunakan.

Iklan

“Kita menghabiskan vaksin 56 ribu itu naiknya 10 persen (progres),” terangnya, Selasa, 5 Oktober 2021.

Berdasarkan data Dikes Lobar hingga 5 Oktober progres vaksin Lobar sudah mencapai 40,7 persen atau 215 ribu lebih warga Lobar yang tervaksin dari target 70 persen atau 530 ribu lebih. Terdiri dari dosis pertama sebanyak 30,8 persen atau 163 ribu lebih orang dan dosis kedua 9,9 persen 52 ribu lebih. Di mana seharinya rutinitas vaksin 25 ribu orang.”Jadi setiap 50 atau 60 ribu (vaksin) naiknya hanya 10 persen (progres vaksin),” jelasnya.

Sedangkan dengan sekitar 30-40 persen lagi vaksinasi yang dikejar untuk target KapoldaNTB Irjen. Pol. M. Iqbal pertengahan Oktober mendatang. Fathoni merasa hal itu bisa tercapai. Setidaknya diperkirakan membutuhkan sekitar 150 ribu vaksin untuk mencapai itu. Sayangnya sejauh ini proses vaksinasi kembali terkendala stok vaksin yang kosong. Bahkan setiap daerah saling berebut untuk memperoleh stok vaksin. Pihaknya pun mempertanyakan stok vaksin yang dijanjikan.

Pihaknya mengharapkan agar adanya evaluasi terkait itu. Agar setiap daerah dijatahkan sesuai dengan progres capaian targetnya. Karena diakuinya untuk mobilitas masyarakat datang vaksin sudah gencar dilakukan Pemkab bersama kecamatan hingga desa. Bahkan sekitar 600 orang vaksinator bergerak melakukan vaksinasi setiap harinya.”Pokoknya kita tukang suntik sudah oke,” tegasnya.

Animo masyarakat ikut vaksin juga besar. Seperti disampaikan Karni, warga Kecamatan Labuapi yang melihat masyarakat ikut vaksin cukup tinggi. Dirinya dan keluarganya juga sudah divaksinasi beberapa waktu lalu.

Bahkan, kader-kader posyandu di tempatnya tinggal juga dikerahkan dalam mengumpulkan ibu-ibu hamil agar segera divaksinasi.  “Ibu-ibu hamil juga dikumpulkan untuk ikut vaksinasi. Mereka (ibu hamil, red) juga senang ikut vaksinasi,” katanya. (her/ham)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional