Progres Tiga Proyek di Lobar Minus

Bupati Lobar H. Fauzan Khalid bersama jajaran saat turun monev proyek fisik pengerjaan Puskesmas Banyumulek belum lama ini.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), H. Fauzan Khalid telah memanggil para kontraktor, pengawas, konsultan dan PPK untuk menindaklanjuti hasil monitoring dan evaluasi (monev) progres fisik yang dilakukan tim Pemda yang langsung dipimpin bupati. Hasil kerja kontraktor inipun menjadi bahan evaluasi pemda, bagi rekanan yang bekerja jelek dan tak sesuai komitmen akan dipertimbangkan tidak diberikan ruang tahun berikutnya.

“Saya sampaikan kepada kontraktor, ULP dan Kabag Pembangunan dan kepala dinas yang memiliki proyek. Ini (hasil rapat evaluasi)  harus dinotulensikan rapat ini. Jadi yang negatif dan positif tercatat, sehingga nanti kalau hasilnya tak sesuai komitmen akan menjadi pertimbangan di tahun berikutnya, yang tak sesuai komitmen tidak diberikan ruang lagi,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 28 September 2020.

Iklan

Menurutnya, apa yang disampaikan inipun disambut baik oleh kontraktor. Bagi rekanan yang memiliki hasil kerja sesuai komitmen dan tepat waktu juga menjadi bahan pertimbangan pada lelang tahun depan.

Ia berharap hal ini membuat para rekanan lebih serius mengerjakan proyek. Karena ia tak ingin ada proyek bermasalah, karena terlambat, belajar seperti  kasus tahun 2019 lalu. Sehingga pihaknya pun melakukan monitoring lebih awal, tujuannya untuk cepat mengetahui kekurangan dan kendala yang dihadapi pada pengerjaan proyek tersebut. Selanjutnya lebih cepat juga dicarikan langkah penanganan.

Menindaklanjuti hasil monev tersebut, pihaknya sudah memanggil para rekanana, dihadiri pengawas, konsultan, dan PPK untuk disampaikan apa kekurangan berdasarkan temuan monev di lapangan.”Dan mereka pun berkomitmen untuk mempercepat pengerjaan, menutupi deviasi pekerjaan yang minus. Atau ada yang ndak rapi hasil kerjanya, itu dirapikan,” tegas dia.

Ia menyebut terdapat tiga proyek yang minus progresnya atau tidak  mencapai target, di antaranya proyek pembangunan kantor Dukcapil, proyek rawat inap Rumah Sakit Awet Muda Narmada dan proyek Jalan Pelangan-Batu Putih. Data progres proyek yang diperoleh dari pengawas dan konsultan inipun dikomprontir dengan rekanan. “Ada tiga proyek minus (tak mencapai target), tapi minusnya tidak jauh,’’ ujarnya.

Contohnya proyek jalan sepanjang 9,4 kilometer, persentase terbesar progresnya ada di pengerjaan hotmik yang bisa dikerjakan dalam waktu tidak terlalu lama. Namun ia tak ingin hal semacam ini menjadi pembelaan dari rekanan.   Komitmen para rekanan ini pun jelas dia sanggup mempercepat pengerjaan, dengan menambah tenaga kerja dan waktu kerja. Selain progres proyek tak tercapai, pihaknya juga menegur rekanan yang kurang rapi hasil pekerjaannya. “Dan rekanan berkomitmen memperbaikinya,” imbuh dia.

Untuk memastikan tindaklanjut hasil monev ini oleh rekanan, pihaknya akan melakukan monev lanjutan secara berkesinambungan, sampai mereka mengerjakan sesuai komitmen dan kontrak. (her)