Progres Pembangunan Smelter Baru 25,5 Persen

Muhammad Riadi (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Progres pembangunan smelter atau pabrik pengolahan emas dan tembaga di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) sampai Agustus lalu baru sebesar 25,546 persen. Sedangkan pada bulan September, tak ada kemajuan progres pembangunan.

‘’Berdasarkan laporan PT. Amman Mineral, progres pembangunan smelter sampai Agustus 2020 untuk pembangunan fasilitas pengolahan/smelter sebesar 25,546 persen. Sedangkan Precious Metal Refinery (PMR) sebesar 27 persen,’’ sebut Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Muhammad Riadi, SP, Mec.Dev, dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 23 Oktober 2020 siang.

Iklan

Meskipun terjadi pandemi Covid-19, pembangunan smelter AMNT di KSB tetap berjalan sesuai dengan laporan yang disampaikan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) setiap bulan. Namun, pada September, progres pembangunan smelter tak ada kemajuan. “Untuk bulan September tak ada kemajuan karena Covid-19,’’ imbuhnya.

Riadi menjelaskan, pembangunan smelter belum masuk tahap konstruksi. Saat ini, PT. AMNT masih melakukan land clearing atau lahan yang akan digunakan sebagai lokasi pembangunan smelter.

‘’Kalau konstruksi belum. Dia masih ada persoalan-persoalan teknis kaitannya dengan di tengah lahan itu yang harus diselesaikan. Seperti saluran air, semuanya diselesaikan dulu. Itu yang utama dulu,’’ terangnya.

Meskipun progresnya baru 25,5 persen, kata Riadi, tetapi secara umum ada pergerakan. Ditanya mengenai surat PT. AMNT ke Pemerintah Pusat yang meminta penundaan pembangunan smelter, hingga saat ini belum direspons.

‘’Sempat melakukan usulan penundaan pembangunan karena Covid, dia minta penundaan. Tapi di lapangan terjadi pergerakan. Tahun 2022 mudah-mudahan pembangunan sudah tuntas,’’ harapnya.

Sebagaimana diketahui, lahan yang menjadi kawasan inti pembangunan smelter sudah tuntas dibebaskan seluas 154 hektare. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengurusan HGB. Total lahan yang dibutuhkan sebagai lokasi pembangunan smelter dan industri turunannya seluas 850 hektare.

Sekitar 430 hektare termasuk di dalamnya lahan yang tuntas dibebaskan seluas 154 hektare dan lahan milik PT. AMNT yang ada sekarang. Sehingga sisa lahan yang masih akan dibebaskan seluas 420 hektare.

Dari lahan seluas 154 hektare yang menjadi kawasan inti smelter, nantinya akan dibagi menjadi 12 blok. HGB diurus oleh PT. AMNT. Pemda melalui tim percepatan dan tim fasilitasi memberikan fasilitasi untuk percepatan. (nas)