Program Sertifikasi Al-Qur’an, Mahasiswa Ummat Wajib Mahir

Pembukaan kegiatan sertifikasi Al-Qur’an untuk mahasiswa Ummat, Rabu, 17 Februari 2021. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat) menggelar sertifikasi Al-Qur’an bagi seluruh mahasiswa secara daring, Rabu, 17 Februari 2021. Kegiatan ini sebagai upaya kampus agar mahasiswa memahami bacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Rektor Ummat Dr. H. Arsyad Gani, M.Pd., menyampaikan bahwasanya kegiatan sertifikasi Al-Qur’an bagi mahasiswa Ummat ini sangat bagus untuk membimbing mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an.

Iklan

Program Sertifikasi Al-Qur’an sebutnya, sebagai titik keunggulan kampus Ummat dengan perguruan tinggi yang lain. Pada kesempatan itu, Arsyad juga menyinggung wacana tes bacaan Al-Qur’an bagi setiap calon mahasiswa baru mendatang.

“Perlu mahasiswa baru itu diseleksi berapa persen anaknya yang bisa baca Al-Qur’an. Kalau di Bima belum disunat kalau belum bisa baca Al-Qur’an, harus khatam Al-Qur’an dulu baru disunat,” ungkapnya.

Dijelaskannya, program sertifikasi Al-Qur’an ini menjadi program Muhammadiyah sejak tahun 2008. Ini merupakan program wajib membaca Al-Qur’an.

Meski sudah berlangsung cukup lama, namun pihaknya belum mengetahui hasil evaluasi berapa persen anak-anak bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Prinsipnya kalau sudah gampang membaca Al-Qur’an gampang yang lainnya.

Oleh karena itu program ini tidak boleh dianggap enteng sebagai kewajiban umat Islam sebagai pedoman kehidupan kita. Jadi kita memberikan program ini pada mahasiswa kita agar mahasiswa memahami kitab sucinya.

“Al-Qur’an jadi pedoman dalam kehidupan kita. Saya berharap paling tidak dosen dan pegawai nanti bisa hafal juz 30 kalau untuk calon rektor dan wakil rektor harus hafal Al-Qur’an juz 30 tapi di kita belum diberlakukan. Ini memotivasi kita untuk bisa belajar,” sambungnya.

Dikatakan Arsyad, salah satu fenomena yang cukup merisaukan Muhammadiyah ialah terjadi kekurangan imam yang bagus di masjid-masjid milik Muhammadiyah. Banyak masjid yang dibangun Muhammadiyah, namun tidak dikelola oleh Muhammadiyah.

“Ini problem kita. Kenapa karena kita tidak mempersiapkan orang. Ini keresahan kita di Muhammadiyah,” jelasnya.

Badan Pembina Harian Ummat, Drs. Lukman Hakim, menyambut baik adanya program sertifikasi Al-Qur’an ini. Baginya, kegiatan ini sebagai upaya memberikan pemahaman kepada mahasiswa agar memahami Al-Qur’an.

“Bersyukur adanya program ini. Kepada tutor binaan saya berharap agar dibentuk sedemikian rupa tidak hanya sekedar membaca tapi sedapat mungkin makna yang terkandung di dalamnya juga bisa dipahami,” harapnya. (dys)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional